Investor asing membukukan transaksi beli bersih atau net buy pada sejumlah saham ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok parah pada perdagangan Kamis (21/5/2026).
Aksi borong saham oleh pemodal asing ini dipimpin oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah, seperti dilansir dari Investor Daily berdasarkan data Stockbit.
Selain BUMI, beberapa emiten lain juga menjadi sasaran beli investor asing di tengah fluktuasi pasar modal domestik yang mengalami tekanan jual cukup masif.
Berikut adalah daftar lengkap 10 saham yang mencatatkan nilai beli bersih terbesar oleh investor asing pada perdagangan tersebut.
| Peringkat | Nama Emiten | Nilai Net Buy Asing |
|---|---|---|
| 1 | PT Bumi Resources Tbk (BUMI) | Rp 203,8 miliar |
| 2 | PT Barito Pacific Tbk (BRPT) | Rp 173,3 miliar |
| 3 | PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) | Rp 87,7 miliar |
| 4 | PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) | Rp 62,8 miliar |
| 5 | PT Darma Henwa Tbk (DEWA) | Rp 60,3 miliar |
| 6 | PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) | Rp 56 milar |
| 7 | PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) | Rp 39,2 miliar |
| 8 | PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) | Rp 34,4 miliar |
| 9 | PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) | Rp 33,9 miliar |
| 10 | PT Petrosea Tbk (PTRO) | Rp 29,3 miliar |
Meskipun mengoleksi saham-saham tersebut, secara akumulatif investor asing sebenarnya membukukan transaksi jual bersih atau net sell di seluruh pasar yang mencapai Rp 544,89 miliar.
Data perdagangan menunjukkan bahwa aksi jual bersih di pasar reguler menyentuh angka Rp 508,1 miliar, sedangkan untuk pasar negosiasi dan tunai mencatatkan net sell senilai Rp 36,78 miliar.
Gempuran aksi jual ini membuat IHSG melesat turun dan ditutup ambles sebesar 223,5 poin atau merosot 3,54 persen ke level 6.094,9 pada hari Kamis tersebut.
Total nilai transaksi yang terjadi di Bursa Efek Indonesia tercatat mencapai Rp 18,28 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 33,5 billion saham dan frekuensi transaksi sebesar 2,12 juta kali.
Kondisi pasar secara umum didominasi oleh koreksi harga, di mana terdapat 700 saham bergerak turun, sementara hanya 91 saham yang menguat, dan sebanyak 168 saham lainnya berakhir stagnan.