Investor asing mencatatkan aksi beli bersih atau net buy pada saham PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA senilai Rp213,57 miliar dengan volume 35,32 juta saham pada sesi I perdagangan Senin, 25 Mei 2026.
Aksi borong saham BBCA oleh investor asing tersebut menjadi yang terbesar nilainya dibandingkan dengan saham-saham lainnya, sebagaimana dilansir dari Investor Daily berdasarkan data Stockbit Sekuritas.
Pada jeda siang perdagangan tersebut, harga saham BBCA terpantau melonjak sebesar 3,81 persen menuju posisi Rp6.125 per saham dengan frekuensi perdagangan mencapai 22.487 kali.
Volume perdagangan tercatat sebanyak 170,45 juta saham dengan nilai transaksi keseluruhan mencapai Rp1,03 triliun.
Mandiri Sekuritas mengulas bahwa laba bank only BBCA mengalami pertumbuhan sebesar 3 persen secara tahunan atau year on year pada empat bulan pertama tahun 2026.
Pertumbuhan ini terjadi di tengah ekspansi kredit bank yang masih tertinggal dari panduan setahun penuh sebesar 8 persen hingga 10 persen.
Margin bunga bersih atau NIM BBCA juga menyusut 49 basis poin akibat persaingan ketat di segmen korporasi.
"Tetapi kenaikan suku bunga BI baru-baru ini dapat membantu meningkatkan imbal hasil cadangan sekunder dan mendukung NIM dalam beberapa bulan mendatang," papar Mandiri Sekuritas.
Perusahaan efek tersebut tetap mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBCA dengan target harga di level Rp8.600.
Di sisi lain, Maybank Sekuritas memaparkan bahwa pengumuman FTSE Russell tidak memicu kekhawatiran karena hanya mengeluarkan empat saham tanpa adanya kejutan negatif.
Situasi tersebut mengindikasikan potensi aliran dana keluar yang lebih minim sekaligus memberikan sentimen positif bagi pasar.
Fokus pelaku pasar kini tertuju pada rebalancing indeks MSCI yang dijadwalkan pada 29 Mei 2026, di mana saham yang bertahan seperti BBCA berpeluang mendapat keuntungan.
Hingga April 2026, BBCA membukukan laba bersih yang tumbuh 3 persen menjadi Rp20,8 triliun yang menjadi modal kuat bagi pergerakan sahamnya.
Verdhana Sekuritas turut mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga yang dipatok pada angka Rp10.100 per saham.
Target harga dari Verdhana Sekuritas mencerminkan rasio PBV 4,1 kali dan PER 20,8 kali.
Beberapa risiko yang dihadapi saham BBCA meliputi potensi pemburukan ekonomi, pengetatan likuiditas, serta kenaikan biaya kredit dan operasional.