Pemerintah federal Malaysia menginstruksikan investigasi mendalam terhadap gangguan sistem penanganan bagasi di Terminal 1 Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) yang terjadi pada Sabtu (18/4/2026). Langkah ini diambil setelah ratusan penumpang mengeluhkan keterlambatan pengambilan barang bawaan yang mencapai durasi dua hingga empat jam.
Sebagaimana dilansir dari Detik Travel, Menteri Perhubungan Malaysia Anthony Loke menyatakan bahwa otoritas tidak akan membiarkan masalah teknis di gerbang utama negara tersebut terus berulang. Meskipun sistem dilaporkan telah kembali normal pada malam hari yang sama, evaluasi prosedur operasional tetap dijalankan secara ketat.
"Gerbang nasional tidak boleh mengalami gangguan berulang seperti ini. Malaysia Airports Holdings Bhd (MAHB) sebagai operator KLIA harus bertanggung jawab atas kerusakan ini," ujar Anthony Loke, Menteri Perhubungan Malaysia.
Penegasan tersebut menyusul laporan media lokal yang menyebutkan antrean panjang terjadi di area kedatangan akibat kerusakan teknis. Loke menambahkan bahwa pemulihan sistem secara fisik tidak serta-merta menghentikan proses evaluasi hukum dan operasional terhadap pihak pengelola bandara.
"Penumpang yang melalui gerbang nasional kita berhak atas standar layanan yang dapat diandalkan. Insiden ini jelas gagal memenuhi harapan tersebut," kata Anthony Loke.
Sebagai respons cepat, Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan telah diminta memimpin rapat darurat pada Senin untuk meninjau rencana kontinjensi dan komunikasi kepada penumpang. Selain itu, Civil Aviation Authority of Malaysia turut dikerahkan guna menentukan sanksi yang mungkin dijatuhkan kepada MAHB selaku operator.
"Kita tidak bisa mewujudkan ambisi menjadi salah satu bandara terbaik di dunia tanpa membangun budaya akuntabilitas dan tanggung jawab yang nyata," kata Anthony Loke.
Keluhan masif sebelumnya menyebar di media sosial, salah satunya dari penumpang bernama Kenc Low yang tiba di bandara pada pukul 18.30 waktu setempat. Ia menggambarkan kondisi aula kedatangan yang sangat padat akibat penumpukan bagasi yang tidak kunjung keluar dari sistem.
"Aula kedatangan sangat padat dan waktu tunggu lebih dari satu jam. Saya sempat makan malam di lounge, tapi saat keluar, bagasi saya masih belum muncul," tulis Kenc Low, pengguna Facebook.
Kejadian ini tercatat sebagai gangguan sistem bagasi kedua di KLIA dalam waktu singkat. Sebelumnya pada 6 Maret lalu, bandara yang sama juga sempat mengalami kendala serupa selama satu jam yang dipicu oleh masalah pasokan listrik.