Investor properti internasional kini mulai melirik Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, sebagai pusat pengembangan kawasan hunian mewah berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek komersial dengan konservasi alam. Transformasi ini ditandai dengan peresmian Nihi Rote dan Yayasan Kesejahteraan Rote Peduli pada Kamis (23/4/2026), sebagaimana dilansir dari Kompas.
Kawasan Pantai BoÔÇÖa di Kabupaten Rote Ndao menjadi titik utama pertumbuhan ekonomi baru melalui pendekatan ekosistem hijau. Proyek ini memprioritaskan nilai tambah lingkungan jangka panjang sebagai standar baru pembangunan di wilayah NTT.
Visi pembangunan kawasan ini telah direncanakan sejak belasan tahun lalu untuk mengubah lahan alami menjadi aset properti kelas dunia. Founder dan Presiden Komisaris PT BoÔÇÖa Development, Panji Adhikumoro Soeharto, menyatakan bahwa proses konstruksi yang dimulai sejak 2012 telah berhasil menanam lebih dari 1,6 juta tanaman di lahan yang sebelumnya gersang.
"Sejak pertama kali kami melihat tanah ini 15 tahun lalu, kami tahu bahwa kami telah menemukan sesuatu yang benar-benar istimewa. Kami berkomitmen kuat untuk melestarikan keaslian budaya lokal dan memberdayakan generasi muda melalui pelatihan kerja gratis," ujar Panji Adhikumoro Soeharto, Presiden Komisaris PT BoÔÇÖa Development.
Pihak pengembang juga mendirikan Rote Hospitality Academy guna memberikan pendidikan perhotelan gratis bagi warga setempat. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja luar serta menjaga standar pelayanan global.
Upaya pemberdayaan masyarakat melalui institusi pendidikan tersebut mendapat respons positif dari pihak legislatif. Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, menekankan bahwa pengembangan sumber daya manusia sangat krusial bagi ekosistem pariwisata premium.
"Ini merupakan sebuah kebanggaan saya bisa hadir di sini, menyaksikan sebuah resort yang luar biasa indah ini. Saya mengapresiasi adanya hospitality academy ini. Semoga bisa menghasilkan dan meluluskan putra-putri daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Titiek Soeharto, Ketua Komisi IV DPR RI.
Selain aspek sosial, Pulau Rote menawarkan eksklusivitas melalui program perlindungan kura-kura leher ular. Model properti berbasis konservasi ini dinilai memiliki ketahanan harga yang lebih stabil bagi para investor properti di masa depan.
Anggota Komisi IV DPR RI, Alien Mus, memprediksi kenaikan nilai tanah di sekitar Pantai BoÔÇÖa akan terjadi secara signifikan seiring perbaikan infrastruktur jalan dan akses udara.
"Pengembangan infrastruktur jalan dan aksesibilitas udara yang terus diperbaiki diprediksi akan memicu kenaikan nilai tanah di sepanjang Pantai BoÔÇÖa secara signifikan dalam lima tahun ke depan," cetus Alien Mus, Anggota Komisi IV DPR RI.