Prabowo Subianto Sepakati Investasi Korea Selatan Rp 173 Triliun

Prabowo Subianto Sepakati Investasi Korea Selatan Rp 173 Triliun
Foto: Ilustrasi Prabowo Subianto Sepakati Investasi Korea Selatan Rp 173 Triliun.

Presiden Prabowo Subianto berhasil mengamankan komitmen investasi senilai US$ 10,2 miliar atau setara Rp 173 triliun melalui rangkaian kesepakatan bisnis dengan sejumlah perusahaan asal Korea Selatan pada Kamis (2/4/2026). Kerja sama strategis ini mencakup 17 proyek besar di berbagai sektor industri utama.

Nilai investasi fantastis tersebut melibatkan sektor-sektor krusial seperti manufaktur baja, pengembangan baterai kendaraan listrik (EV), hingga inisiatif energi bersih. Informasi ini sebagaimana dilansir dari Investortrust mengenai hasil kunjungan kenegaraan tersebut.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan keterangan resmi mengenai penandatanganan dokumen kerja sama yang dilakukan di Korea Selatan tersebut. Penegasan mengenai nilai total komitmen ini disampaikan langsung oleh Airlangga dalam keterangannya kepada media.

"Dan dalam pertemuan tersebut ditandatangani memorandum of understanding, nilainya US$ 10,2 miliar dollar atau Rp 173 triliun," kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator bidang Perekonomian.

Sektor energi dan transisi hijau menjadi salah satu fokus utama dalam kerangka kerja sama ini. Beberapa proyek spesifik yang disepakati meliputi pengembangan tenaga surya, teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS), serta energi terbarukan lainnya.

"Baik itu baja, baterai, trans- dan transportasi ramah lingkungan," ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator bidang Perekonomian.

Rincian investasi menunjukkan proyek ekspansi tahap kedua PT Krakatau POSCO menjadi yang terbesar dengan nilai mencapai US$ 4 miliar. Selain itu, kerja sama lintas batas untuk CCS antara Pertamina Hulu Energi dan ExxonMobil juga mencatatkan angka signifikan sebesar US$ 3 miliar.

Daftar Proyek Kerja Sama Indonesia-Korea Selatan
NoMitra Kerja SamaProyek/TujuanNilai Investasi
1PLN IP & LXIPengembangan EBTUS$ 80 juta
2PHE & POSCOStudi Energi Baru TerbarukanUS$ 30 juta
3Sinarmas Land & DaewooPengembangan Lahan BSD CityUS$ 867 juta
4PHE & ExxonMobilLintas Batas CCSUS$ 3 miliar
5Fortuna Integritas Mandiri & DunamuEkosistem Aset Digital-
6Danantara & Korea EximbankInvestasi Strategis-
7Danantara & KINDInvestasi Strategis-
8KADIN & KCCIKerja Sama Antar-Kamar Dagang-
9KADIN Jakarta & KCCI IncheonKerja Sama Strategis-
10EcoproMaterial Baterai Sekunder-
11SambuPabrik Tas RanselUS$ 7,35 juta
12DorcoPabrik Pisau CukurUS$ 54 juta
13E3 MobilityTransportasi Ramah LingkunganUS$ 20 juta
14POSCOEkspansi Krakatau POSCO Tahap 2US$ 4 miliar
15Pertamina & POSCOTeknologi Rendah KarbonUS$ 1,01 miliar
16KCC GlassPengadaan Katoda TembagaUS$ 800 juta
17LS MnMAkuisisi PT Teluk Metal IndustryUS$ 400 juta

Sektor manufaktur lainnya juga mendapat suntikan modal, termasuk pembangunan pabrik tas ransel oleh Sambu dan pabrik pisau cukur oleh Dorco. Selain itu, LS MnM mengucurkan dana untuk akuisisi mayoritas strategis atas PT Teluk Metal Industry guna memperkuat rantai nilai material baterai.

Artikel terkait

Rekomendasi