Intel dan AMD Naikkan Harga CPU Hingga 20 Persen Tahun Ini

Intel dan AMD Naikkan Harga CPU Hingga 20 Persen Tahun Ini
Foto: Ilustrasi Intel dan AMD Naikkan Harga CPU Hingga 20 Persen Tahun Ini.

Produsen semikonduktor raksasa Intel dan AMD dilaporkan telah mengerek harga unit pemrosesan pusat (CPU) mereka hingga mencapai 20 persen sepanjang tahun ini. Lonjakan harga paling signifikan terdeteksi pada lini chip yang diperuntukkan bagi pusat data atau server.

Dilansir dari Detik iNET, harga CPU untuk segmen konsumen seperti laptop dan PC telah mengalami kenaikan sekitar 5 hingga 10 persen hanya dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Kondisi ini berbeda jauh dengan segmen server yang harganya melambung 10 sampai 20 persen sejak Maret lalu.

Intel tercatat telah melakukan penyesuaian harga ke atas sebanyak dua kali dalam tahun berjalan. Sementara itu, AMD diperkirakan bakal meluncurkan dua gelombang kenaikan harga untuk prosesor server mereka pada kuartal kedua dan ketiga dengan total kenaikan mencapai 16 hingga 17 persen.

Bocoran dari rantai pasokan menyebutkan bahwa keterbatasan kapasitas produksi menjadi pemicu utama fenomena kenaikan harga ini. Chip terbaru dari Intel, AMD, serta prosesor CPU Vera dari Nvidia harus saling berebut slot produksi pada fabrikasi 3nm milik TSMC.

Laporan dari Commercial Times memprediksi bahwa hambatan pasokan CPU ini kemungkinan akan terus berlangsung hingga tahun 2026 dan 2027. Tingginya permintaan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) saat ini belum mampu diimbangi oleh kapasitas produksi yang tersedia.

Dampak pada Waktu Tunggu Pesanan

Krisis pasokan ini juga memperburuk waktu tunggu pesanan atau lead time bagi konsumen korporasi. Data dari Nikkei Asia menunjukkan antrean untuk mendapatkan chip server kini menjadi jauh lebih lama dibandingkan masa normal.

Waktu tunggu untuk produk Intel saat ini bisa memakan waktu hingga 6 bulan. Sedangkan untuk produk AMD, durasi tunggu berada di rentang 8 hingga 12 minggu, padahal sebelumnya pesanan biasanya selesai hanya dalam satu hingga dua minggu.

Pergeseran Standar Industri Akibat Agentic AI

Munculnya tren agentic AI atau AI agen menjadi faktor krusial yang mendorong permintaan CPU kelas atas. Berbeda dengan model LLM tradisional yang dominan menggunakan GPU, sistem AI otonom ini memerlukan kinerja CPU yang kuat untuk menangani simulasi ilmiah dan alur kerja kompleks.

Kondisi tersebut mulai mengubah standar konfigurasi perangkat keras di industri. Jika sebelumnya rak server AI menggunakan rasio delapan GPU untuk satu CPU, kini kebutuhan industri mulai bergeser menuju perbandingan 1:1 antara GPU dan CPU.

Menghadapi situasi ini, TSMC mulai meningkatkan belanja modal untuk memperluas kapasitas node N3 mereka. Intel juga berencana mengambil alih penuh kendali fasilitas Fab 34 di Irlandia dengan membeli kembali 49 persen saham guna mengamankan produksi wafer mutakhir mereka.

Efek domino dari tingginya permintaan AI ini tidak hanya terbatas pada CPU. Harga berbagai komponen lain seperti RAM, SSD, hard drive (HDD), hingga GPU kelas konsumen juga dilaporkan mulai merangkak naik karena stok di pasaran tersedot oleh kebutuhan pusat data AI.

Artikel terkait

Rekomendasi