Integrasi Bank Danamon dan MUFG Indonesia Berpotensi Ambil Langkah Tender Offer

Integrasi Bank Danamon dan MUFG Indonesia Berpotensi Ambil Langkah Tender Offer
Foto: Ilustrasi Integrasi Bank Danamon dan MUFG Indonesia Berpotensi Ambil Langkah Tender Offer.

Rencana integrasi antara PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dengan MUFG Indonesia berpotensi diikuti oleh pelaksanaan tender offer saham. Langkah ini ditujukan bagi investor publik yang tidak menyetujui aksi korporasi tersebut.

Ketentuan mengenai aksi korporasi ini telah diatur secara resmi dalam POJK Nomor 41/POJK.03/2019. Regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan tersebut membahas tentang Penggabungan, Peleburan, Pengambilalihan, Integrasi, dan Konversi Bank Umum.

Dilansir dari Investortrust, perhatian pasar kini tertuju pada potensi harga tender offer. Harga tersebut dinilai akan mengacu pada harga wajar yang berdasarkan pada valuasi perusahaan melalui Pasal 52 POJK terkait.

Sebagai perbandingan, potensi harga penawaran ini bisa berkaca pada peristiwa tahun 2019 silam. Saat itu, MUFG Bank Ltd menetapkan harga tender offer saham publik Bank Danamon pada level Rp 9.590 per saham.

Nilai tersebut ditetapkan ketika ekuitas Danamon tercatat berada di kisaran Rp 30 triliun. Tender offer saham BDMN kala itu dilakukan setelah terjadi perubahan pemegang saham pengendali dari Temasek ke MUFG.

Kondisi tersebut mengalami perubahan signifikan pada tahun 2026. Ketika MUFG dan BDMN mengumumkan integrasi, modal atau ekuitas BDMN telah melonjak naik menjadi Rp 54 triliun.

Selain kenaikan ekuitas, MUFG Indonesia juga disebut memiliki raihan laba bersih yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan BDMN. Faktor-faktor keuangan ini dapat menjadi penentu utama dalam menetapkan harga tender offer.

Dalam skenario konservatif, sejumlah pihak memperkirakan harga tender offer akan berada pada kisaran Rp 6.000 per saham. Angka ini merefleksikan valuasi sekitar 1 kali nilai buku atau price to book value (PBV).

Sebagai perbandingan, harga saham BDMN saat ini masih mencerminkan PBV di sekitar 0,8 kali. Skenario ini menjadi salah satu pandangan yang muncul di kalangan pasar keuangan.

Namun, terdapat pula skenario yang dinilai lebih optimistis. Harga tender offer diperkirakan berpotensi mendekati level Rp 9.590 per saham atau menyerupai harga penawaran yang terjadi pada tahun 2019.

Harga tender offer BDMN pada Maret 2019 tercatat 28% lebih tinggi dibandingkan hasil penilaian appraisal independen yang sebesar Rp 7.492 per saham. Angka itu juga berada 21,4% di atas harga pasar.

Harga pasar yang dimaksud adalah sebesar Rp 7.900 per saham pada 1 Maret 2019. Tanggal tersebut menjadi waktu penentuan hak pemegang saham untuk memperoleh tender offer.

Di sisi lain, perkembangan ini turut mendapat perhatian dari kalangan analis pasar modal. Analis Mandiri Sekuritas, Kresna Hutabarat, Boby Kristanto Chandra, dan Jason Luis memberikan pandangan mereka mengenai aksi korporasi ini.

Menurut penilaian mereka, integrasi operasional antara Bank Danamon dan MUFG Indonesia berpotensi memberikan dampak positif bagi industri perbankan nasional.

ÔÇ£Integrasi ini bisa memicu siklus konsolidasi industri yang berfokus pada peningkatan efisiensi industri, produktivitas modal, serta kontribusi strategis terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan. Dengan demikian rekomendasi overweight (OW) dipertahankan,ÔÇØ tulisnya dalam riset.

Artikel terkait

Rekomendasi