PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney mencatatkan prestasi dalam survei Great Place To Work 2026 dengan perolehan skor 91 persen karyawan yang mengakui perusahaan sebagai tempat kerja yang hebat pada Rabu (22/4/2026). Angka ini didasarkan pada survei GPTW Trust Index yang melibatkan 6.394 responden di seluruh grup perusahaan.
Dilansir dari Kompas, survei tersebut menghasilkan rata-rata skor model mencapai 81 persen dengan basis lebih dari 15.000 masukan terbuka. Penilaian mencakup tiga dimensi utama yakni kepercayaan, kebanggaan, dan kebersamaan, di mana 90 persen pegawai menyatakan rasa bangga menjadi bagian dari InJourney Group.
Data survei menunjukkan 91 persen karyawan menganggap pekerjaan mereka memiliki makna lebih dalam dari sekadar rutinitas. Selain itu, sebanyak 93 persen responden merasa mendapatkan sambutan yang sangat baik sejak hari pertama mereka bergabung dengan holding BUMN pariwisata ini.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan cerminan dari transformasi fundamental perusahaan yang berfokus pada sumber daya manusia. Ia menekankan konsistensi perusahaan dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif.
"Di InJourney, kami meyakini bahwa keberhasilan transformasi ekosistem aviasi dan pariwisata sangat ditentukan oleh kualitas manusianya. Oleh karena itu, kami secara konsisten menumbuhkan budaya kerja yang inklusif, kolaboratif, dan berlandaskan nilai gotong royong," kata Maya Watono, Direktur Utama InJourney.
Pihak manajemen menargetkan agar setiap karyawan mampu menciptakan warisan bagi generasi mendatang guna memperkuat daya saing pariwisata nasional. Hal ini dilakukan melalui pembangunan fondasi yang berkelanjutan di seluruh lini organisasi.
Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, memberikan penegasan serupa mengenai pentingnya penguatan daya saing talenta dalam menunjang keunggulan kompetitif perusahaan. Strategi ini diwujudkan melalui ekosistem pengembangan talenta kelas dunia.
"Kami percaya bahwa keunggulan kompetitif perusahaan bertumpu pada kualitas manusianya," ujar Herdy Harman, Direktur SDM dan Digital InJourney.
Pengembangan talenta di InJourney menggunakan kerangka kerja berkelanjutan yang mencakup program pemimpin masa depan untuk seluruh siklus karier. Perusahaan juga menjalin kemitraan dengan institusi global seperti Airport Council International dan IMD Business School guna meningkatkan kompetensi profesional pegawai.
Selain program kepemimpinan, InJourney telah melatih lebih dari 10.000 karyawan melalui Indonesian Hospitality Training untuk menginternalisasi standar pelayanan keramahtamahan khas Indonesia. Kampanye pembelajaran digital juga dilakukan bersama LinkedIn Learning yang menjangkau 45.000 pegawai secara mandiri.
Aspek kesejahteraan juga menjadi prioritas melalui Employee Well-Being Program yang mencakup kesehatan fisik, mental, dan sosial. Kebijakan Respectful Workplace Policy turut diimplementasikan untuk menjamin ruang kerja yang bebas dari diskriminasi dan menjunjung tinggi integritas profesional.