PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) yang diimbau pemerintah pada Rabu (1/4/2026). Perusahaan berkomitmen menjaga stabilitas konektivitas demi menjamin produktivitas digital masyarakat tetap berjalan lancar.
Langkah ini merupakan respons atas Surat Edaran Kementerian Ketenagakerjaan yang mengimbau penerapan WFH satu hari dalam sepekan. Kebijakan tersebut diambil pemerintah sebagai upaya efisiensi energi sekaligus menciptakan pola kerja yang lebih fleksibel bagi para pekerja di Indonesia.
SVP Head of Corporate Communications Indosat, Ovidia Nomia, menjelaskan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan dengan berbagai pemangku kepentingan. Dilansir dari Investortrust, pemantauan kualitas layanan menjadi prioritas utama di tengah pergeseran pola kerja masyarakat ke ranah digital.
"Indosat berkomitmen mendukung konektivitas dan produktivitas digital masyarakat Indonesia, kapan pun dan dimanapun," kata Ovi saat dihubungi investortrust.id, Rabu (1/4/2026).
Pihak manajemen Indosat menegaskan bahwa inisiatif strategis telah disiapkan untuk menghadirkan pengalaman digital yang stabil. Selain menjaga performa jaringan agar tetap optimal, Indosat juga mengantisipasi adanya lonjakan trafik data di area pemukiman atau sektor residensial.
Koordinasi yang dilakukan mencakup jalur internal dan eksternal untuk memastikan tidak ada kendala teknis saat beban trafik meningkat. Hal ini sejalan dengan arahan pemerintah agar perusahaan swasta tetap menjaga kualitas layanan meskipun pegawainya bekerja secara jarak jauh.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memberikan penegasan bahwa skema WFH ini tidak akan mengurangi hak-hak dasar yang dimiliki oleh para pekerja. Ia menyerahkan pengaturan teknis pelaksanaan kepada internal masing-masing perusahaan dengan catatan target kinerja tidak menurun.
"Bagi pekerja atau buruh yang melaksanakan WFH tetap menjalankan pekerjaan sesuai tugas dan kewajibannya. Perusahaan tetap memastikan kinerja produktivitas serta kualitas layanan agar tetap terjaga," jelas Menaker Yassierli di Jakarta, Rabu (1/4/2026).