Tim nasional bulutangkis Indonesia dipastikan kembali bersaing dalam turnamen Thomas Cup 2026 yang akan berlangsung di Horsens, Denmark, mulai 24 April hingga 3 Mei 2026 mendatang. Tim Merah Putih mengincar pengulangan sejarah manis saat meraih podium tertinggi pada edisi 2020 lalu.
Kejuaraan kali ini menjadi momen kembalinya turnamen bergengsi tersebut ke Denmark setelah terakhir kali Indonesia menjadi juara di Aarhus pada Oktober 2021. Sebagaimana dilansir dari Detik Sport, keberhasilan kala itu sekaligus mengakhiri penantian gelar juara selama 19 tahun.
Pelatih ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan, yang merupakan bagian dari skuad juara 2020, menyampaikan optimisme terkait kecocokan tim bermain di tanah Denmark. Pihaknya menilai terdapat faktor non-teknis yang mendukung performa para pemain saat bertanding di sana.
"Hmm, cocok. Itu juara terakhir, kan?" kelakar Hendra Setiawan, Pelatih Ganda Putra.
Hendra menambahkan bahwa aspek lingkungan di arena pertandingan menjadi salah satu alasan mengapa para atlet Indonesia merasa nyaman bertanding di negara Skandinavia tersebut.
"Atmosfernya kali ya," kata Hendra Setiawan, Pelatih Ganda Putra.
Selain masalah atmosfer, karakter teknis lapangan dan laju bola di Denmark disebut sangat menunjang gaya bermain ofensif dan cepat yang menjadi ciri khas tim Indonesia selama ini.
"Sebenarnya bola tergantung di sana juga. Tapi biasanya kalau Denmark Open agak kencang. Itu kesenangan Indonesia. Semoga bisa menang? Amin," ucap Hendra Setiawan, Pelatih Ganda Putra.
Fajar Alfian dan rekan-rekan setimnya kini menjadi tumpuan utama untuk mengulang dominasi Indonesia di kancah dunia. Turnamen di Horsens ini akan menjadi ujian penting bagi regenerasi skuad Garuda untuk membawa pulang kembali piala supremasi bulutangkis beregu putra tersebut.