Indonesia Dorong Pengakuan UNESCO untuk Ragam Kebaya Nusantara

Indonesia Dorong Pengakuan UNESCO untuk Ragam Kebaya Nusantara
Foto: Ilustrasi Indonesia Dorong Pengakuan UNESCO untuk Ragam Kebaya Nusantara.

Sejumlah pegiat budaya dan pemerintah kini tengah mendorong pengakuan internasional yang lebih spesifik bagi ragam kebaya Nusantara guna mempertegas identitas budaya nasional. Langkah ini diambil menyusul tercatatnya kebaya sebagai warisan budaya UNESCO melalui pengajuan multinasional bersama negara-negara di Asia Tenggara.

Upaya memperkuat posisi kebaya Indonesia dilakukan untuk memastikan kekayaan tradisi lokal tidak kabur di tengah kolaborasi bersama Malaysia dan Singapura. Berdasarkan laporan dari Detik Travel, terdapat kebutuhan mendesak untuk melakukan penegasan terhadap keunikan desain dan nilai sejarah kebaya yang berasal dari berbagai daerah di tanah air.

Pendiri Komunitas Perempuan Indonesia dalam Kebaya, Rahmi Hidayati, menyatakan bahwa keberlanjutan tradisi ini sangat bergantung pada partisipasi aktif generasi muda. Hal tersebut ia sampaikan guna mencegah hilangnya warisan budaya saat generasi pendahulu sudah tidak ada lagi.

"Kita penting tuh ke generasi muda. Karena kalau nenek-nenek ini sudah lewat, lewat itu semua kebaya," ujar Rahmi dalam acara "Cerita Kebaya: Diskusi, Lokakarya Memakai Pakaian, dan Trunk Show" di Depok, Jawa Barat.

Guna mendekatkan kebaya kepada anak muda, berbagai inisiatif seperti diskusi dan lokakarya pemakaian jarik mulai gencar dilakukan. Rahmi menambahkan bahwa tindakan preventif melalui pendaftaran resmi sangat krusial agar jenis-jenis kebaya asli Indonesia tidak didahului oleh klaim pihak lain.

"Jangan kita heboh-heboh dulu, entar mereka duluan yang sudah daftar," ujar Rahmi.

Proses pengajuan ke UNESCO mensyaratkan setiap jenis kebaya terdaftar lebih dahulu sebagai Warisan Budaya Takbenda nasional. Prosedur ini mencakup kajian akademis mendalam yang melibatkan pakar dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Indonesia sebelum mendapatkan validasi dari pemerintah.

Setidaknya tujuh varian kebaya sedang diproses untuk mendapatkan pengakuan luas, termasuk Kebaya Basiba dari Sumatera Barat yang berpotensi dipengaruhi budaya Islam dengan potongan longgar. Selain itu, terdapat pula Kebaya Kartini, Kebaya Kutu Baru, Kebaya Sunda, Kebaya Bali, hingga Kebaya Maluku yang masih dalam tahap pengkajian intensif.

Artikel terkait

Rekomendasi