Indocement Bagikan Dividen Tunai Rp 1,53 Triliun

Indocement Bagikan Dividen Tunai Rp 1,53 Triliun
Foto: Ilustrasi Indocement Bagikan Dividen Tunai Rp 1,53 Triliun.

PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) resmi membagikan dividen tunai sebesar Rp 1,53 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta pada Kamis (21/5/2026). Nilai tersebut setara dengan Rp 468 per lembar saham yang diambil dari laba bersih tahun buku 2025.

Keputusan alokasi keuntungan ini dilansir dari Investasi, yang mencatat bahwa yield dividen perusahaan semen tersebut mencapai 9,73 persen berdasarkan harga penutupan saham INTP di level Rp 4,810. Keuntungan tersebut tercatat setara dengan empat kali lipat dari bunga deposito bank umum saat ini yang berada di kisaran 2 hingga 3 persen.

Sepanjang tahun buku 2025, perusahaan berhasil membukukan total laba bersih sebesar Rp 2,2 triliun. Manajemen memutuskan untuk mengalokasikan sisa laba bersih setelah pemotongan dividen sebagai saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya.

Direktur Utama Indocement Christian Kartawijaya memberikan penjelasan mengenai keputusan pembagian keuntungan kepada para pemegang saham tersebut dalam keterangan resmi.

"RUPST menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 468 per saham, tanpa memperhitungkan jumlah saham treasury hasil buyback perseroan," ujar Christian Kartawijaya, Direktur Utama Indocement.

Dana dividen dijadwalkan akan dibayarkan kepada investor pada 19 Juni 2026. Pemegang saham yang berhak menerima pembayaran adalah investor yang namanya resmi tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 5 Juni 2026 pukul 16.00 WIB.

Selain agenda dividen, rapat pemegang saham tersebut juga menyetujui perombakan susunan Dewan Komisaris dan Direksi. Roberto Callieri diangkat kembali menjadi Komisaris Utama, sementara Hasan Imer mundur dari jabatannya sebagai Direktur dan digantikan oleh Benny Setiawan Santoso, serta Jose Maria Magrina Vadillo yang diangkat menjadi Wakil Direktur Utama mulai 1 September 2026.

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), perusahaan juga mendapat persetujuan untuk menarik kembali 84,52 juta saham treasury hasil buyback tahun 2021 dan 2022. Langkah pengurangan modal ditempatkan dan disetor menjadi Rp 1,71 triliun ini diikuti dengan persetujuan program buyback saham baru senilai maksimal Rp 750 miliar yang akan berlangsung mulai 22 Mei 2026 hingga 21 Mei 2027.

Artikel terkait

Rekomendasi