Pemerintah India Naikkan Harga BBM Akibat Krisis Selat Hormuz

Pemerintah India Naikkan Harga BBM Akibat Krisis Selat Hormuz
Foto: Ilustrasi Pemerintah India Naikkan Harga BBM Akibat Krisis Selat Hormuz.

Pemerintah India resmi menaikkan harga bensin dan solar sebesar 3 rupee per liter pada Jumat (15/5/2026) menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengganggu jalur distribusi energi global. Kenaikan harga bahan bakar minyak ini merupakan yang pertama kalinya terjadi dalam kurun waktu empat tahun terakhir.

Lonjakan harga sebesar lebih dari 3 persen tersebut dipicu oleh ketegangan bersenjata antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang mencekik Selat Hormuz. Jalur vital tersebut merupakan akses utama bagi India untuk memenuhi separuh dari total kebutuhan minyak mentahnya yang kini harganya melesat dari USD 70 menjadi USD 126 per barel.

Dilansir dari Suara, perusahaan minyak milik negara mengaku tidak lagi sanggup menanggung kerugian akibat tingginya harga komoditas dunia. Sebagai importir minyak terbesar ketiga di dunia, India terpaksa membebankan pembengkakan biaya operasional langsung kepada masyarakat guna menjaga stabilitas keuangan perusahaan domestik.

Data dari Indian Oil Corporation menunjukkan penyesuaian harga bervariasi di setiap wilayah karena perbedaan pajak lokal. Di New Delhi, bensin naik dari 94,77 rupee menjadi 97,77 rupee per liter, sementara harga solar kini menyentuh 90,67 rupee per liter dari sebelumnya 87,67 rupee.

Daftar Perubahan Harga BBM di New Delhi
Jenis Bahan BakarHarga Lama (Rupee)Harga Baru (Rupee)
Bensin94,7797,77
Solar87,6790,67

Guna mengatasi kelangkaan, pemerintah sempat menggenjot impor minyak dari Rusia sebagai langkah diversifikasi energi. Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup untuk membendung beban biaya impor bagi negara dengan populasi 1,4 miliar jiwa tersebut.

Perdana Menteri Narendra Modi merespons situasi ini dengan menyerukan gerakan penghematan devisa secara nasional. Kebijakan tersebut mencakup imbauan untuk menghentikan pembelian emas selama satu tahun, maksimalisasi bekerja dari rumah, penggunaan transportasi umum, hingga pengurangan konsumsi minyak goreng rumah tangga.

"Dalam situasi saat ini, kita harus sangat menekankan penghematan devisa," tegas Modi.

Hingga saat ini, India masih sangat bergantung pada pasar luar negeri dengan mengimpor sekitar 85 persen kebutuhan minyak domestiknya. Langkah penghematan ekstrem ini diambil untuk melindungi cadangan devisa negara di tengah ketidakpastian geopolitik di Asia Barat.

Artikel terkait

Rekomendasi