Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel diduga meminta uang hingga miliaran rupiah kepada bawahannya untuk kepentingan operasional dan pengurusan perkara. Fakta tersebut terungkap dalam persidangan kasus dugaan korupsi pemerasan sertifikasi K3 di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Senin (20/4/2026).
Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 Kemenaker tahun 2022-2025, Irvian Bobby Mahendro, memberikan kesaksian mengenai sejumlah permintaan uang tersebut, dilansir dari Nasional. Penyerahan dana diduga dilakukan melalui orang suruhan maupun pertemuan langsung di ruang kerja pejabat terkait.
Jaksa Penuntut Umum membacakan keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) mengenai permintaan awal sebesar Rp 1 miliar yang dilakukan dua bulan setelah Noel menjabat. Bobby mengonfirmasi keterangan tersebut di hadapan majelis hakim.
ÔÇ£Ada permintaan uang untuk keperluan terdakwa Immanuel Ebenezer Gerungan sebesar Rp 500 juta sebanyak dua kali dengan total Rp 1 miliar,ÔÇØ ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Bobby menjelaskan bahwa permintaan dana tersebut disampaikan oleh seorang suruhan bernama David untuk keperluan operasional. Dana kemudian diambil dari kumpulan uang non-teknis yang ditagihkan kepada pihak swasta atau Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3).
ÔÇ£Pada saat itu yang bersangkutan David bicara ke saya bahwa memang itu untuk kebutuhan operasional Wamennaker,ÔÇØ kata Bobby.
Jaksa kemudian menanyakan apakah Bobby sempat menceritakan asal-usul uang non-teknis tersebut kepada terdakwa. Bobby mengaku tidak memberitahukan detail sumber penarikan uang kepada Noel.
ÔÇ£Pada saat itu ada enggak saudara ceritakan terkait dengan uang non teknis ini kepada terdakwa Immanuel? Karena langsung bicara masalah kebutuhan di sini, langsung meminta uang sebanyak Rp 1 miliar dalam dua tahap kepada saudara,ÔÇØ cecar jaksa.
Selain uang operasional, Noel disebut meminta Rp 3 miliar dengan dalih dapat menghentikan pemeriksaan yang tengah dilakukan oleh aparat penegak hukum (APH). Noel menggunakan kode "tiga meter" saat membahas nominal uang tersebut dalam sebuah pertemuan.
ÔÇ£Ya kemudian pada saat itu beliau mengatakan sudah diselesaikan saja itu dipenuhi tiga meter ngomongnya seperti itu,ÔÇØ kata Bobby.
Bobby menyebutkan bahwa Noel sempat menunjukkan foto menyerupai lembar disposisi untuk meyakinkannya. Meskipun Bobby sempat menawar jumlah tersebut, Noel menolak permintaan keringanan nilai uang.
ÔÇ£Beliau katanya merasa bisa membantu untuk menyelesaikan terkait dengan surat apa namanya pemeriksaan tersebut,ÔÇØ kata Bobby.
Untuk memenuhi tuntutan tersebut, Bobby mengumpulkan uang non-teknis dan bahkan menjual satu unit mobil pribadinya. Setelah dana terkumpul, uang diserahkan kepada pihak yang diutus oleh Noel.
ÔÇ£Pada saat itu saya mengatakan apakah tidak bisa kurang bang? Terus yang bersangkutan menyampaikan itu sudah murah katanya,ÔÇØ kata Bobby.
Persidangan juga mengungkap adanya permintaan uang dalam nominal lebih kecil untuk perayaan hari besar. Bobby mengaku menyerahkan uang puluhan juta rupiah sebagai bantuan perayaan Natal pada akhir tahun 2024.
ÔÇ£Ya pada saat Natal 2024, Bapak Immanuel menghubungi saya dan meminta uang untuk membantu, untuk membantu, untuk membantu perayaan Natal,ÔÇØ kata Bobby.
Uang senilai Rp 50 juta diserahkan kepada Noel melalui perantara tanpa menyebutkan jumlah spesifik sebelumnya. Bobby mengaku hanya mengingat jumlah tersebut saat memberikan keterangan di persidangan.
ÔÇ£Seingat saya pada saat itu saya serahkan Rp 50 juta,ÔÇØ kata Bobby.
Permintaan berlanjut pada tahun 2025 ketika Noel meminta dana untuk Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Lebaran. Namun, kali ini Bobby mengaku tidak berani lagi memungut uang dari PJK3 karena adanya pemeriksaan kejaksaan.
ÔÇ£THR pada saat itu, dan pada saat itu seingat saya itu di 2025,ÔÇØ kata Bobby.
Bobby menyampaikan kendala tersebut secara langsung saat dipanggil ke ruangan Noel. Ia menjelaskan kondisi di lapangan yang sudah tidak memungkinkan untuk menarik dana non-teknis.
ÔÇ£Kemudian yang bersangkutan mengatakan 'kenapa tidak banyak?'. Eh saya bilang 'karena saat ini kami kondisinya setelah kejadian yang pemeriksaan kejaksaan itu kami tidak berani untuk menerima apapun' saya sampaikan begitu dari PJK3,ÔÇØ ujar Bobby.
Karena alasan keamanan, Bobby hanya menawarkan Rp 50 juta untuk kebutuhan THR tersebut. Noel dilaporkan bereaksi keras dan menolak pemberian tersebut karena dinilai terlalu kecil.
ÔÇ£Pada saat itu yang bersangkutan seperti agak marah. Kalau nilai segitu buat apa? Karena anggota saya banyak,ÔÇØ kata Bobby.
Dalam dakwaan primer, Noel bersama sepuluh orang lainnya didakwa memeras pemohon sertifikat K3 dengan total kerugian mencapai Rp 6,5 miliar sejak 2021. Jaksa menyebut modus yang digunakan adalah menaikkan biaya penerbitan lisensi di lingkungan Ditjen Binwasnaker K3.
ÔÇ£Bahwa Terdakwa Immanuel Ebenezer Gerungan bersama-sama dengan Fahrurozi, Hery Sutanto, Subhan, Gerry Aditya Herwanto Putra, Irvian Bobby Mahendro, Sekarsari Kartika Putri, Anitasari Kusumawati, Supriadi, Miki Mahfud, dan Temurila telah memaksa para Pemohon Sertifikasi dan Lisensi K3 memberikan uang dengan jumlah total sebesar Rp 6.522.360.000 atau setidak-tidaknya sekitar jumlah tersebut,ÔÇØ ujar Jaksa.
Noel secara pribadi didakwa menerima Rp 3,3 miliar dan satu unit motor Ducati Scrambler. Jaksa menegaskan seluruh penerimaan tersebut merupakan gratifikasi karena tidak dilaporkan ke KPK dalam waktu 30 hari.
ÔÇ£Sehingga seluruh penerimaan uang tersebut merupakan gratifikasi yang dianggap suap yang diterima oleh terdakwa Immanuel Ebenezer Gerungan yang tidak ada alas hak yang sah menurut hukum,ÔÇØ kata jaksa.