Kantor Wilayah Imigrasi Sulawesi Selatan menerapkan layanan jemput bola melalui program Eazy Passport untuk memfasilitasi pembuatan paspor bagi calon jemaah haji di berbagai kabupaten pada Kamis (14/5/2026). Langkah ini diambil untuk mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat, terutama bagi kelompok lanjut usia di wilayah tersebut.
Dilansir dari Cahaya, inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi lintas instansi guna memastikan proses administrasi keimigrasian tidak lagi mengharuskan jemaah menempuh perjalanan jauh ke kantor imigrasi pusat. Program ini juga bertujuan untuk memeratakan jangkauan layanan di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Sulawesi Selatan, Friece Sumolang menjelaskan bahwa pihaknya menggandeng otoritas terkait untuk terjun langsung ke lapangan dalam memberikan pelayanan paspor haji tersebut.
"Untuk paspor haji kami bekerja sama dengan Kementerian Haji, langsung turun jemput bola," katanya kepada Tribun-Timur.com di Asrama Haji Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Kamis (14/5/2026).
Friece menekankan bahwa pola distribusi layanan ini sangat mengandalkan koordinasi yang kuat dengan pemerintah daerah serta kantor keagamaan di tingkat kabupaten.
"Pada prinsipnya ini kita langsung jemput bola ke kabupaten-kabupaten yang ada, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan kemudian kantor-kantor Kementerian Agama," jelas Friece.
Upaya perluasan akses ini juga didukung dengan adanya penambahan unit kerja keimigrasian baru untuk memperkecil kesenjangan pelayanan antarwilayah di Sulawesi Selatan.
"Jadi, diharapkan dengan ketambahan dua Kantor Imigrasi, pelayanan akan semakin merata ya, dan itu pendekatan kepada masyarakat itu semakin baik," tutupnya.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar, Abdi Widodo Subagyo menyatakan bahwa meskipun pengajuan mandiri tetap tersedia, mayoritas jemaah lebih memanfaatkan skema jangkauan langsung di daerah.
"Tetapi pada umumnya untuk wilayah-wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Makassar di kabupaten, kita melakukan reach out paspor yaitu Eazy Passport," katanya.
Kegiatan rutin tahunan ini biasanya dimulai sejak bulan Agustus dengan jadwal yang telah disusun bersama kementerian terkait guna menjangkau seluruh calon jemaah.
"Kita datangi kabupaten-kabupaten, biasanya kita mulai di bulan Agustus setiap tahunnya," kata Abdi.
Abdi menerangkan terdapat perbedaan mekanisme prosedur antara layanan reguler dan paspor haji, di mana pengurusan untuk haji tidak memanfaatkan aplikasi digital umum.
"Jadi kita berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah setempat di kabupaten untuk mengumpulkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan dalam pembuatan paspor bagi calon jemaah haji," kata Abdi.
Saat ini, pemetaan wilayah kerja Imigrasi Makassar mengalami perubahan signifikan seiring dengan berdirinya kantor imigrasi baru di Kabupaten Bone dan Bantaeng.
"Tahun lalu kita itu punya 10 kabupaten dan satu kota Makassar. Tetapi tahun ini dengan berdirinya Kantor Imigrasi Bone dan Kantor Imigrasi Bantaeng, maka wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Makassar tinggal lima kabupaten dan satu kota," jelasnya.