Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan menghadapi tekanan koreksi pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026, setelah ditutup menguat tipis 0,05 persen ke level 7.092 pada Rabu kemarin. Pergerakan pasar saat ini membuat para investor perlu mewaspadai potensi pelemahan lanjutan sebagaimana dilansir dari Info.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memberikan pandangan teknikal mengenai posisi indeks saat ini yang berada dalam fase gelombang tertentu. Penurunan diperkirakan dapat menuju area antara 6.645 hingga 6.838 apabila tekanan terus berlanjut di pasar modal.
Sebaliknya, penguatan indeks berpeluang menguji level 7.212 sampai 7.418 jika sentimen pasar mengalami perbaikan secara signifikan. Saat ini, level penyangga atau support IHSG teridentifikasi berada di area 6.838 dan 6.745, sementara titik hambatan atau resistance berada pada kisaran 7.022 hingga 7.240.
Berbeda dengan analisis tersebut, PT Pilarmas Investindo Sekuritas justru melihat adanya peluang bagi IHSG untuk bergerak menguat pada hari ini. Pihaknya memproyeksikan rentang pergerakan indeks akan berada di antara level support 6.950 dan resistance 7.160.
Sejumlah saham menjadi perhatian para analis untuk dicermati oleh para pelaku pasar. Pilarmas Investindo Sekuritas memberikan rekomendasi pada saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Sentul City Tbk (BKSL), serta PT Timah Tbk (TINS).
Sementara itu, MNC Sekuritas menjagokan beberapa emiten seperti PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA), dan juga kembali menyertakan BKSL dalam daftar pilihan mereka.
Saham BIPI tercatat naik 3,25 persen ke level 254 dengan dukungan volume pembelian yang kuat. Untuk strategi perdagangan, investor disarankan melakukan trading buy di kisaran 248-254 dengan target harga pada angka 268 dan 276, serta batas stop loss di bawah 240.
Peningkatan juga terjadi pada saham BKSL sebesar 6,60 persen ke posisi 113, meskipun lajunya masih tertahan di area rata-rata harga tertentu. Strategi buy on weakness disarankan pada rentang 108-111 dengan target harga 122 dan 133, serta disiplin stop loss jika harga turun di bawah 105.
Terakhir, saham UNVR mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 10,06 persen hingga mencapai level 1.805. Kenaikan tajam emiten konsumsi ini dibarengi dengan peningkatan volume beli dan keberhasilan harga menembus indikator teknikal MA20.