IHSG Parkir di Level 7.174 saat ISAT Tebar Dividen Rp3,57 Triliun

IHSG Parkir di Level 7.174 saat ISAT Tebar Dividen Rp3,57 Triliun
Foto: Ilustrasi IHSG Parkir di Level 7.174 saat ISAT Tebar Dividen Rp3,57 Triliun.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 1,15 persen ke posisi 7.174,32 pada penutupan perdagangan Kamis (7/5). Pergerakan positif ini didorong oleh kenaikan signifikan saham sektor perbankan dan kesehatan di tengah fluktuasi sentimen pasar global.

Dilansir dari Detik Finance, sektor kesehatan memimpin penguatan indeks sektoral sebesar 2,01 persen. Sebaliknya, sektor industri dasar mengalami tekanan paling dalam dengan penurunan 1,62 persen akibat koreksi tajam pada sejumlah saham utama seperti TPIA yang merosot 10,20 persen.

Data perdagangan menunjukkan saham BBCA menguat 4,62 persen dan BBRI naik 4,75 persen, sementara MORA melonjak hingga 19,62 persen. Namun, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp360,34 miliar di pasar reguler dan total Rp76,39 miliar di seluruh pasar.

Pelaku pasar saat ini mencermati data cadangan devisa Indonesia periode April setelah pada Maret lalu tercatat turun ke angka US$148,15 miliar. Kondisi pasar global juga menjadi perhatian menyusul pelemahan indeks Dow Jones sebesar 0,63 persen dan S&P 500 yang turun 0,38 persen.

PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) mengumumkan langkah ekspansi melalui penandatanganan Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) untuk mengakuisisi 99,99 persen saham PT Sari Murni Abadi atau Momogi Group. Kesepakatan strategis ini telah resmi ditandatangani pada 6 Mei 2026.

Akuisisi tersebut mencakup pengambilalihan fasilitas manufaktur Momogi yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Vietnam. Integrasi produksi di Vietnam dilakukan melalui kemitraan dengan Bibica Corporation yang telah berpengalaman lebih dari dua dekade di industri makanan ringan.

Sementara itu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melaporkan kemajuan proyek Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) yang kini mencapai 66 persen. Fasilitas ini ditargetkan beroperasi pada kuartal I-2027 dengan fokus pada pengembangan infrastruktur logistik seperti jetty dan tangki penyimpanan.

Proyek tersebut diproyeksikan mampu memproduksi 827 ribu ton soda kaustik per tahun untuk mengurangi ketergantungan impor senilai US$293 juta. Selain itu, produk EDC diarahkan untuk pasar ekspor dengan potensi raihan devisa mencapai US$300 juta bagi negara.

Dari sektor telekomunikasi, Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp111 per saham atau total Rp3,57 triliun. Jumlah ini merepresentasikan 64,91 persen dari total laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk.

Kinerja keuangan ISAT sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan pendapatan sebesar 1,13 persen menjadi Rp56,52 triliun dengan kenaikan laba bersih 10,34 persen. Jadwal cum date dividen jatuh pada 13 Mei 2026, sedangkan proses pembayaran kepada pemegang saham akan dilaksanakan pada 5 Juni 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi