Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan hingga ke level 7.549,40 pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (21/4/2026). Pergerakan indeks tertahan di zona merah setelah adanya pengumuman terkait pembukuan rebalancing saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Pelemahan sebesar 0,59 persen ini tercatat dalam data perdagangan RTI Business yang dilansir dari Detik Finance. Meski sempat menyentuh posisi terendah di level 7.511,82 pada awal pembukaan, indeks saham terpantau berhasil memangkas sebagian koreksi tersebut menjelang jeda siang.
Aktivitas perdagangan pada sesi pertama melibatkan volume sebanyak 24,29 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 9,81 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1.568.614 kali, dengan komposisi 356 saham menguat, 298 saham melemah, dan 160 saham lainnya tidak bergerak.
Akumulasi pelemahan IHSG dalam kurun waktu sepekan terakhir kini telah mencapai 1,65 persen. Kondisi ini diperberat oleh kebijakan MSCI yang kembali menunda tinjauan indeks saham Indonesia untuk periode Mei 2026 serta tetap membekukan kenaikan Foreign Inclusion Factors (FIF).
Lembaga penyedia indeks tersebut juga memutuskan untuk tidak menambah saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI). Selain itu, tidak ada peningkatan klasifikasi ukuran saham dari segmen kecil ke standar, dibarengi rencana penghapusan saham yang masuk kategori HSC karena alasan aksesibilitas investasi.
"MSCI akan terus menjalin komunikasi dengan para pelaku pasar dan otoritas terkait di Indonesia, serta menyambut masukan dari para pelaku pasar mengenai sumber data dan indikator yang baru diperkenalkan, termasuk efektivitasnya dalam menentukan free float dan menilai kelayakan investasi. MSCI berencana untuk memberikan informasi lebih lanjut mengenai topik ini sebagai bagian dari Tinjauan Aksesibilitas Pasar yang dijadwalkan pada Juni 2026," tulis pengumuman MSCI.
Langkah evaluasi ini dilakukan MSCI untuk mengkaji lebih dalam mengenai kemudahan akses investasi di pasar modal Indonesia. Informasi lanjutan mengenai perkembangan aksesibilitas pasar tersebut dijadwalkan baru akan dirilis pada Juni 2026 mendatang.