Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan performa yang cukup dalam dengan pelemahan sebesar 4,63% selama periode perdagangan sepekan terakhir. Penurunan signifikan ini turut diiringi dengan rilis daftar saham yang memberikan kontribusi penguatan serta penekanan terhadap indeks.
Dikutip dari Market, PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) muncul sebagai pemimpin utama dalam jajaran saham top leaders. Emiten ini memberikan sumbangsih sebesar 50,04 poin bagi penguatan IHSG setelah harga sahamnya melonjak drastis hingga 59,24%.
MORA mencatatkan nilai market cap free float (MCFF) sebesar Rp60 triliun pada akhir pekan ini. Di posisi kedua, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turut menopang indeks dengan sumbangan 42,34 poin seiring kenaikan harga saham sebesar 9,03%.
Sektor perbankan lainnya, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), mengamankan peringkat ketiga top leaders dengan kontribusi 30,45 poin terhadap IHSG. Saham BBCA dilaporkan menguat 5,56% dengan nilai MCFF mencapai Rp258,04 triliun.
Daftar saham yang menyokong laju indeks kemudian dilanjutkan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM). BMRI naik 5,47% dengan andil 18,78 poin, sementara TLKM naik 5,34% dan menyumbang 15,66 poin.
Emiten lain yang masuk jajaran ini adalah PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang melesat 11,72% dan PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) yang naik 5,42%. Masing-masing emiten tersebut memberikan kontribusi poin sebesar 12,10 dan 10,66 poin bagi IHSG.
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) juga tercatat memberikan sokongan sebesar 6,13 poin setelah harganya terangkat 12,12%. Selain itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dan PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) melengkapi daftar penguat indeks.
Meskipun sejumlah emiten mencatatkan kenaikan, laju IHSG tetap tertahan oleh deretan saham top laggards. PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) menjadi penekan terbesar dengan beban mencapai 27,04 poin terhadap pergerakan indeks.
Harga saham AMMN mengalami penurunan sebesar 17,45% dalam sepekan terakhir. Penurunan tajam juga dialami oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang anjlok 18,89% dan membebani indeks sebesar 26,90 poin.
PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) turut memberikan kontribusi negatif sebesar 13,28 poin seiring koreksi harga sahamnya sebesar 8,07%. Penurunan nilai saham juga terjadi pada sektor mineral dan batubara melalui beberapa emiten besar.
Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) terpantau turun 13,45%, diikuti oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) yang melemah 13,93%. Kedua emiten ini menjadi beban tambahan bagi pergerakan indeks di lantai bursa.
Kelompok emiten Bumi, yakni PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), masing-masing menekan IHSG sebesar 8,26 poin. BUMI terkoreksi sebesar 10% sedangkan BRMS turun 6,83%.
Sektor teknologi juga tidak luput dari pelemahan, di mana saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) turun 7,41% dan menyumbang poin negatif sebesar 7,87. Penurunan ini memperparah posisi IHSG di akhir perdagangan pekan ini.
Terakhir, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) menekan IHSG sebesar 7,25 poin setelah harganya anjlok 18,75%. Sementara itu, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mencatatkan pelemahan terdalam di daftar ini sebesar 20,8%.
| Nama Emiten (Kode Saham) | Kontribusi Poin IHSG | Perubahan Harga (%) |
|---|---|---|
| 50,04 | +59,24% | 42,34 |
| +9,03% | 30,45 | +5,56% |
| -27,04 | -17,45% | -26,90 |
| -18,89% | -6,87 | -20,80% |