IHSG Parkir di Zona Merah Setelah Terkoreksi ke Level 7.594

IHSG Parkir di Zona Merah Setelah Terkoreksi ke Level 7.594
Foto: Ilustrasi IHSG Parkir di Zona Merah Setelah Terkoreksi ke Level 7.594.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah dengan pelemahan sebesar 39,89 poin atau menyusut 0,52 persen ke posisi 7.594,11 pada penutupan perdagangan Senin (20/4/2026). Penurunan ini terjadi setelah indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di angka 7.692,14 pada sesi awal perdagangan.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dilansir dari Money menunjukkan sebanyak 424 saham mengalami pelemahan, berbanding terbalik dengan 247 saham yang menguat dan 148 saham lainnya stagnan. Total nilai transaksi pasar mencapai Rp 16,66 triliun dari volume perdagangan sebesar 40,61 miliar saham.

Koreksi tajam terjadi pada hampir seluruh indeks acuan di bursa domestik, dengan kapitalisasi pasar tercatat berada pada angka Rp 13.559 triliun. Indeks LQ45 tercatat turun 0,40 persen ke level 755,85, sementara Jakarta Islamic Index (JII) mengalami pelemahan sebesar 0,56 persen menuju posisi 527,52.

Kondisi serupa dialami oleh indeks Kompas100 yang terkoreksi 0,43 persen ke level 1.049,86 dan ISSI yang turun 0,69 persen ke 275,01. Selain itu, indeks IDX30 dan JII70 juga masing-masing mengalami penurunan sebesar 0,49 persen dan 0,72 persen pada akhir sesi perdagangan.

Tekanan jual menyasar seluruh indeks sektoral, di mana sektor properti mencatatkan koreksi paling dalam sebesar 2,04 persen. Sektor energi menyusul dengan pelemahan 1,34 persen, sementara sektor teknologi dan konsumer siklikal masing-masing turun 1,29 persen dan 1,19 persen.

Sektor keuangan juga tidak luput dari pelemahan setelah terkoreksi 1,15 persen, diikuti sektor transportasi sebesar 0,84 persen dan kesehatan sebesar 0,81 persen. Penurunan terbatas terlihat pada sektor infrastruktur yang hanya menyusut 0,22 persen serta basic materials yang turun 0,61 persen.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi pemberat laju indeks, seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang anjlok 2,41 persen ke harga Rp 1.820. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga merosot 2,02 persen, disusul PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) yang turun 1,96 persen.

Di deretan saham LQ45, tekanan jual signifikan menimpa AMRT dengan penurunan 4,58 persen, SCMA sebesar 4,55 persen, serta BRPT yang terkoreksi 4,04 persen. Meski demikian, beberapa saham perbankan besar masih mampu menguat, seperti BBCA yang naik 0,78 persen ke level Rp 6.475 dan BBRI yang tumbuh tipis 0,29 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi