Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup melemah tipis sebesar 5,39 poin atau 0,08 persen ke level 7.091 pada perdagangan Senin (30/3/2026). Penurunan ini terjadi di tengah aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp 686,12 miliar.
Dilansir dari Investortrust, tekanan jual asing terkonsentrasi pada saham-saham perbankan besar. Saham BBRI mencatat nilai jual bersih tertinggi sebesar Rp 461,43 miliar, disusul oleh BBCA senilai Rp 242,09 miliar, dan BMRI sebesar Rp 241 miliar.
Selain perbankan, investor asing juga melepas saham DEWA senilai Rp 128,21 miliar serta CUAN sebesar Rp 75,11 miliar. Sebaliknya, aksi beli bersih melanda saham AADI senilai Rp 186,61 miliar dan MSIN sebesar Rp 171,55 miliar.
Pelemahan indeks pada awal pekan ini dipicu oleh koreksi harga saham bank papan atas seperti BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI. Tekanan tambahan terhadap IHSG juga datang dari penurunan saham-saham seperti INCO, MORA, HRTA, dan CMRY.
Namun, pelemahan lebih dalam tertahan oleh penguatan sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham-saham penahan indeks tersebut meliputi DCII, DSSA, MLPT, ITMG, dan AADI.
Di sisi lain, terdapat beberapa saham yang mencatatkan kenaikan signifikan secara persentase. Saham GSMF melonjak 34,44 persen ke posisi Rp 121, sementara NZIA menguat 34,02 persen menjadi Rp 260, di mana keduanya menyentuh batas auto reject atas (ARA).
Lonjakan harga juga terjadi pada saham RGAS yang naik 29,41 persen menjadi Rp 110. Saham lain yang menguat adalah AGII naik 17,65 persen, YPAS naik 16,54 persen, ELPI menguat 15,28 persen, dan PRDA naik 12,40 persen.
Statistik mingguan Bursa Efek Indonesia menunjukkan indeks bergerak pada rentang 7.097 hingga 7.323. Pada pekan lalu, IHSG tercatat turun tipis 9,78 poin atau 0,14 persen, yang mengakibatkan nilai kapitalisasi pasar turun Rp 30 triliun menjadi Rp 12.516 triliun.
IHSG sebenarnya sempat mengalami lonjakan lebih dari 1,8 persen pada hari pertama perdagangan setelah libur panjang lebaran. Meski demikian, aktivitas transaksi saham pada hari Kamis dan Jumat justru berbalik arah menjadi negatif.