Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami pergerakan yang cukup ekstrem dalam satu jam pertama perdagangan. Dilansir dari Investor Daily, indeks sempat dibuka melemah sebelum akhirnya berfluktuasi dan ditutup turun 12,45 poin atau sekitar 0,2% ke posisi 6.193,89.
Pergerakan indeks pada hari tersebut bergerak bervariasi pada rentang nilai antara 6.185 hingga 6.286. Performa ini diwarnai oleh penurunan saham-saham blue chip yang tergabung dalam indeks LQ45 sebesar 0,5%.
Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan volume perdagangan mencapai 9,17 milar lembar saham dalam satu jam pertama. Nilai transaksi yang dibukukan menyentuh Rp 5,18 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 694.595 kali.
Kondisi pasar mencatatkan sebanyak 323 saham bergerak naik dan 304 saham mengalami penurunan. Sementara itu, terdapat 175 saham yang posisinya tidak mengalami perubahan atau stagnan.
Di tengah pelemahan indeks, tiga saham emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu justru mencatatkan lonjakan signifikan. Ketiga saham tersebut berhasil menguat dan menembus daftar top gainers pasar modal.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memimpin dengan kenaikan 14,45% menjadi Rp 2.020. Langkah ini diikuti PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang melesat 10,08% ke Rp 535, serta PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang naik 9,8%.
Selain kelompok saham tersebut, beberapa emiten lain juga masuk dalam jajaran top gainers. PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) meningkat 28,41% ke Rp 113, PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) naik 18,1% ke Rp 137, dan PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) menguat 13,33% ke Rp 119.
Kondisi Regional dan Top Losers
Pelemahan IHSG sejalan dengan tren mayoritas indeks saham di Asia yang bergerak di zona merah. Straits Times Singapura terpangkas 0,3%, Nikkei Jepang melemah 0,4%, dan Shanghai China jatuh 0,7%, sedangkan Hang Seng Hong Kong menguat 0,3%.
Di sisi lain, terdapat dua emiten yang mengalami koreksi tajam hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB). PT Tunas Alfin Tbk (TALF) merosot 14,87% menjadi Rp 830, sementara PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) terjatuh 14,63% ke level Rp 210.