Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia ditutup anjlok pada perdagangan hari Senin, 20 April 2026. Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan indeks merosot sebesar 39,89 poin atau melemah 0,52 persen ke level 7.594.
Koreksi pada pasar saham domestik dipicu oleh tekanan berat yang melanda saham-saham emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu. Penurunan ini terjadi pada sejumlah saham utama seperti BRPT, BREN, hingga TPIA.
Pelemahan indeks berbanding terbalik dengan situasi di bursa saham Asia yang justru bergerak menguat. Penurunan performa IHSG sejalan dengan merosotnya seluruh sektor saham, dengan koreksi terdalam melanda sektor properti, konsumer primer, keuangan, kesehatan, energi, dan konsumer non-primer.
Meskipun indeks nasional ditutup melemah, investor asing terpantau masih mencatatkan aksi beli bersih atau net buy. Nilai pembelian bersih oleh pemodal internasional tersebut mencapai Rp 380,73 miliar, seperti dikutip dari Investortrust.
Saham BREN memimpin perolehan net buy asing tertinggi dengan nilai mencapai Rp 269,74 miliar. Posisi berikutnya ditempati oleh saham SSMS sebesar Rp 200,16 miliar, TLKM senilai Rp 165,42 miliar, BRMS mencapai Rp 135,66 miliar, dan BBCA sebesar Rp 55,49 miliar.
Aksi jual bersih atau net sell oleh investor asing paling banyak melanda saham BBRI yang menyentuh angka Rp 141,38 milar. Pelepasan saham oleh asing juga terjadi pada BUMI senilai Rp 94,44 miliar, BULL sebesar Rp 68,34 miliar, ADRO mencapai Rp 51,67 miliar, dan KETR senilai Rp 33,36 miar.
Di tengah pelemahan IHSG, beberapa saham tetap mencatatkan lonjakan harga yang signifikan hingga terkena Auto Reject Atas atau ARA. Saham DEFI melesat paling tinggi sebesar 34,97 persen menjadi Rp 220, disusul LCKM yang menguat 34,88 persen ke posisi Rp 116.
Kenaikan hingga batas ARA juga dialami oleh saham MDIA yang naik 34,82 persen menjadi Rp 120 dan KICI melesat 34,38 persen menuju Rp 258. Lonjakan serupa dibukukan oleh saham VISI yang naik 25 persen menjadi Rp 925 serta BABY yang menguat 24,76 persen ke level Rp 262.
Pertumbuhan pesat di zona hijau turut dirasakan oleh saham MDIA yang naik 29,21 persen menjadi Rp 115 dan LCKM yang menguat 29,07 persen menjadi Rp 111. Selain itu, saham CMNP terpantau bergerak naik sebesar 17,36 persen menuju level harga Rp 1.690.
Pergerakan hari ini memutus tren positif pekan lalu, di mana IHSG ditutup menguat sebesar 175 poin atau naik 2,35 persen ke level 7.634. Sepanjang minggu lalu, performa indeks disokong oleh apresiasi harga pada 641 saham, sementara 145 saham stagnan dan 173 saham melemah.
Penguatan indeks pada pekan sebelumnya didominasi oleh pergerakan positif emiten dari grup Prajogo Pangestu dan Sinarmas. Saham BREN tercatat naik 14,22 persen, BRPT menguat 16,45 persen, MORA melesat 20,23 persen, DSSA naik 4,5 persen, dan CUAN menguat 18,22 persen.