IHSG 6 Mei 2026 Ditutup Menguat ke 7.092 Ditopang Saham Sektor Material Dasar

IHSG 6 Mei 2026 Ditutup Menguat ke 7.092 Ditopang Saham Sektor Material Dasar
Foto: Ilustrasi IHSG 6 Mei 2026 Ditutup Menguat ke 7.092 Ditopang Saham Sektor Material Dasar.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak menguat pada penutupan perdagangan Rabu (6/5/2026). Dilansir dari Investortrust, indeks saham mencatatkan kenaikan sebesar 35,36 poin atau 0,50 persen ke level 7.092.

Aktivitas perdagangan di lantai bursa berada pada rentang pergerakan 7.049 hingga 7.127. Nilai total transaksi yang terjadi sepanjang perdagangan tersebut mencapai Rp 15,12 triliun.

Laju penguatan indeks ditopang oleh performa positif dari sejumlah sektor saham. Sektor material dasar memimpin penguatan sebesar 1,91 persen, diikuti oleh sektor consumer non primer yang naik 1,42 persen.

Sektor teknologi juga ikut menyumbang penguatan sebesar 1,21 persen. Selain itu, saham sektor properti mengalami peningkatan sebesar 0,99 persen dan sektor infrastruktur menguat 0,40 persen. Sebaliknya, penurunan melanda saham sektor keuangan dan kesehatan.

Di tengah tren penguatan indeks, beberapa saham berhasil mencatatkan lompatan harga yang signifikan. Saham DEFI memimpin dengan kenaikan 34,23 persen ke level Rp 200, disusul RICY yang melonjak 34,04 persen menjadi Rp 126.

Saham PYFA juga meningkat 25 persen ke harga Rp 380, sementara ABDA menguat 24,93 persen menjadi Rp 4.760. Peningkatan lain dicatatkan oleh saham TALF sebesar 24,63 persen ke level Rp 119, dan MLPT yang naik 19,95 persen ke posisi Rp 24.500.

Kondisi ini melanjutkan performa positif dari hari sebelumnya, di mana indeks melesat hingga 85,16 poin atau 1,22 persen menuju level 7.057. Pada perdagangan kemarin, investor asing membukukan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp 518,38 mliar.

Aksi jual bersih oleh investor asing paling banyak menyasar saham BMRI dengan nilai Rp 342,20 miliar. Saham EMAS juga mencatatkan net sell mencapai Rp 169,25 miliar, diikuti oleh saham BBCA sebanyak Rp 144,82 miliar.

Pendorong utama kenaikan indeks ditopang oleh penguatan saham emiten yang dikendalikan oleh Prajogo Pangestu. Saham BRPT dan TPIA sukses mencetak auto reject atas (ARA) pada periode tersebut.

Saham CDIA tercatat menguat 13,33 persen, sementara CUAN mengalami peningkatan sebesar 12,07 persen, dan BREN naik 2,83 persen. Sentimen positif ini turut didukung oleh penguatan saham perbankan kategori KBMI IV, meliputi BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI.

Pergerakan cepat pada harga saham sudah terlihat sejak awal sesi transaksi. Saham ENZO melesat 34,72 persen menuju Rp 97, BRPT melonjak 24,66 persen ke level Rp 2.300, dan ABDA meroket 24,92 persen menjadi Rp 3.810.

Aksi beli juga mendorong saham KONI naik 24,69 persen ke posisi Rp 2.980. Saham BOBA terpantau menguat 24,39 persen menjadi Rp 306, serta saham TPIA yang mengalami kenaikan 19,70 persen ke level Rp 6.075.

Artikel terkait

Rekomendasi