Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berpeluang untuk mengalami rebound pada perdagangan Rabu (13/5/2026). Pergerakan indeks diperkirakan berada dalam rentang 6.850 hingga 7.050, seperti dikutip dari Investortrust.
Riset pagi dari BRI Danareksa Sekuritas menunjukkan secara teknikal IHSG tengah menguji area support penting pada kisaran 6.850ÔÇô6.960. Peluang rebound tetap terbuka selama level tersebut mampu bertahan, namun risiko pelemahan lanjutan mengintai jika level itu ditembus.
Pasar saat ini sedang menantikan rilis data retail sales Indonesia, angka inflasi Amerika Serikat, serta agenda rebalancing MSCI yang berlangsung pada 12 Mei 2026. Laju indeks juga mendapat pengaruh positif dari penguatan bursa saham Wall Street.
Indeks Dow Jones tercatat menguat 0,19%, diikuti oleh S&P500 yang naik 0,19%, serta Nasdaq yang mengalami kenaikan sebesar 0,10%. Kondisi pasar global ini turut memberikan sentimen bagi pergerakan domestik.
BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk tiga saham pilihan pada perdagangan hari ini. PANI ditargetkan pada harga Rp 8.850-9.250, sedangkan PLNF memiliki target harga Rp 280-286. Saham RAJA juga direkomendasikan dengan target harga Rp 4.400-4.670.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah 46,72 poin atau 0,68% ke level 6.858. Investor asing membukukan aksi jual bersih atau net sell dengan nilai total mencapai Rp 931,91 miliar.
Aksi net sell terbesar melanda saham ANTM dengan nilai Rp 217,76 miliar. Posisi berikutnya ditempati oleh BMRI sebesar Rp 181,74 miliar, dan saham CUAN mencatatkan penjualan bersih senilai Rp 173,97 miliar.
Pemicu Pelemahan Indeks
Penurunan indeks pada hari sebelumnya didorong oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang melewati angka Rp 17.500 per dolar AS. Selain itu, kejatuhan mayoritas sektor saham turut menjadi faktor pemicu utama.
Sektor kesehatan memimpin pelemahan sebesar 3,52%, disusul sektor industri yang merosot 3,20%. Sektor infrastruktur juga turun 1,49%, sektor consumer non primer melemah 1,44%, serta sektor teknologi terkoreksi 0,61%. Sebaliknya, sektor material dasar, transportasi, dan keuangan justru mengalami kenaikan.
Di tengah kejatuhan indeks, terdapat saham-saham yang mencatatkan lonjakan signifikan hingga terkena Auto Reject Atas (ARA). Saham CCSI melesat 25% menjadi Rp 300, sementara ELPI menguat 24,90% ke posisi Rp 1.630. Saham NZI juga melonjak 30,82% ke level Rp 191 dan KJEN naik 24% menjadi Rp 155.