Musisi Igor Saykoji menegur pemilik akun Instagram @saykonak.id di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa, 19 Mei 2026, karena memarodikan lagu "Online" miliknnya dengan lirik tidak sopan, sebagaimana dilansir dari Suara.com.
Permasalahan tersebut meluas setelah akun itu kedapatan menggunakan logo yang sangat identik dengan desain asli milik Igor Saykoji tanpa izin terlebih dahulu.
Igor Saykoji menyatakan bahwa dirinya sudah mengetahui adanya parodi tersebut sejak bertahun-tahun lalu, namun ia menyoroti versi parodi dari akun ini yang dinilai kurang pantas.
"Kenapa kemarin saya angkat, bukan karena diparodiin ya, saya sudah tahu, saya nggak tahu orangnya, tapi sudah dari bertahun-tahun yang lalu ada yang parodiin, cuma parodinya versinya kurang sopan untuk didengar anak-anak," ungkap Igor Saykoji.
Ia menambahkan bahwa dirinya tidak terlalu mempermasalahkan lagu ciptaannya dikreasikan oleh orang lain dan menanggapi situasi tersebut dengan santai.
"Saya nggak pusing, karena menurut saya rezeki nggak ke mana," sambung Igor Saykoji.
Persoalan ini menjadi serius bagi Igor Saykoji ketika visual logo miliknya dijiplak oleh akun tersebut, yang baru diketahuinya setelah menerima laporan berupa tag dari warganet di media sosial.
"Ada yang ngetag di Instagram. Jadi kalau nggak ditag juga saya nggak tahu, karena saya nggak nyari-nyari tahu juga," jelas Igor Saykoji.
Bagi sang musisi, penggunaan identitas visual tanpa izin telah melampaui batas toleransi, sehingga ia menuntut penggantian logo tanpa meminta penghapusan lagu.
"Saya nggak minta lagunya di-take down, saya minta logonya diganti jangan ngikutin logo saya juga," tegas Igor Saykoji.
Pihak pemilik akun @saykonak.id dilaporkan tetap bungkam dan tidak pernah menghubungi Igor Saykoji untuk meminta izin resmi atau menyapa pemilik sah karya intelektual tersebut.
"Orangnya nggak pernah menghubungi saya. Dari dulu nggak pernah menghubungi saya, nggak pernah izin, nggak pernah nanya juga pendapat," kata Igor Saykoji.
Meski demikian, Igor Saykoji mendapatkan informasi terkini bahwa akun yang bersangkutan saat ini sudah tidak ada lagi di media sosial.
"Setahu saya sebelum dia tiba-tiba hilang dari sosial media dia sudah ganti desainnya. Cuma nggak tahu deh jadinya kayak gimana," kata Igor Saykoji.
Mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), Igor Saykoji selalu mendaftarkan karyanya secara digital meskipun ia memiliki prinsip hidup yang lebih mengutamakan nilai seni.
"Menurut saya ada yang lebih penting daripada HAKI, di mana musik saya nilainya lebih besar daripada apa yang bisa saya dapat secara kekayaan intelektual," tutur Igor Saykoji.