Pemerintah Arab Saudi melalui Direktorat Jenderal Paspor meluncurkan identitas pengunjung digital bagi jemaah haji guna mempermudah mobilitas di dalam negeri selama musim haji 1447 H atau 2026 M. Inovasi ini bertujuan memberikan akses perjalanan yang lebih praktis bagi jemaah di seluruh wilayah Kerajaan.
Penggunaan identitas digital tersebut berfungsi sebagai dokumen resmi yang sah secara hukum. Keberadaan sistem ini membuat jemaah tidak lagi diwajibkan membawa paspor fisik saat melakukan perjalanan domestik antar kota di Arab Saudi sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Proses pendaftaran dokumen ini dilakukan melalui platform Absher yang dikelola oleh Kementerian Dalam Negeri Saudi. Direktorat Jenderal Paspor menegaskan bahwa identitas pengunjung digital menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah selama masa tinggal mereka di tanah suci.
Selain bagi jemaah haji, otoritas Saudi juga menetapkan enam kategori individu lainnya yang berhak mengajukan izin masuk ke Makkah melalui platform Absher Individuals. Kategori tersebut meliputi investor, warga negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), ekspatriat pemegang izin tinggal atau kerja, serta anggota keluarga non-Saudi.
Guna mendukung kelancaran ibadah haji 2026, Arab Saudi turut memperkuat infrastruktur transportasi massal. Kapasitas layanan Saudi Arabia Railways ditingkatkan secara signifikan guna mengantisipasi lonjakan pergerakan jemaah antar kota suci Makkah dan Madinah.
Kereta Cepat Haramain (Haramain High-Speed Railway) kini menyediakan hingga 2,2 juta kursi untuk melayani penumpang. Operasional transportasi ini mencakup rute strategis yang menghubungkan Makkah, Jeddah, Bandara Internasional King Abdulaziz, King Abdullah Economic City, hingga Madinah.
Sebanyak lebih dari 5.300 perjalanan kereta api dijadwalkan beroperasi sepanjang musim haji tahun ini. Layanan tersebut didukung oleh armada sebanyak 35 kereta listrik modern, di mana setiap rangkaian kereta mampu mengangkut hingga 417 penumpang dalam satu kali perjalanan.