Sepuluh kantong jenazah korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, tiba di Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi pada Selasa (28/4/2026). Seluruh korban yang dievakuasi tim penyelamat tersebut berjenis kelamin perempuan dengan kategori usia dewasa.
Pihak RS Polri Kramat Jati langsung mengambil langkah medis dengan membuka Posko Antemortem guna memfasilitasi data dari keluarga korban. Upaya ini dilakukan setelah seluruh proses evakuasi di lokasi kejadian dinyatakan selesai pada Selasa pagi oleh petugas gabungan.
Berdasarkan laporan yang dilansir dari Kompas, evakuasi fisik para korban dari area rel berlangsung selama 12 jam sejak Senin (27/4/2026) malam. Tim SAR gabungan telah memastikan bahwa tidak ada lagi korban yang terjebak di dalam rangkaian kereta setelah penyisiran menyeluruh.
Di lokasi kejadian, petugas dari PT KAI masih terus melakukan normalisasi jalur hingga Selasa siang. Fokus utama petugas saat ini adalah mengevakuasi badan kereta agar operasional perjalanan dapat segera kembali normal.
Proses pembersihan jalur dilakukan secara intensif setelah lokomotif Kereta Argo Bromo berhasil dipisahkan dan ditarik dari badan KRL. Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penanganan lanjutan pasca operasi penyelamatan dinyatakan berakhir.