Industri tanaman hias di Indonesia kini mengalami transformasi signifikan menjadi gaya hidup modern yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan serta kualitas hidup. Dilansir dari Suara, sebuah pameran tanaman berskala internasional dijadwalkan berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, pada September 2026.
Agenda besar ini diproyeksikan menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat sektor ekonomi nasional. Selain dampak finansial, acara tersebut juga fokus menjaga aspek keamanan hayati tanaman di tanah air.
Saat ini, tanaman hias tidak lagi dipandang sebatas elemen dekorasi ruangan. Meningkatnya kesadaran publik terhadap isu lingkungan dan kesehatan menjadikan elemen hijau ini sebagai bagian krusial dalam menciptakan standar hidup yang lebih baik.
Pertumbuhan sektor ini tidak hanya digerakkan oleh para kolektor atau pecinta tanaman tradisional. Industri tanaman hias kini melibatkan ekosistem yang lebih luas, mulai dari pemulia tanaman (breeder), pengusaha, perancang lanskap, hingga kreator visual.
Keterlibatan berbagai profesi tersebut menjadikan tanaman sebagai identitas gaya hidup modern berbasis alam. Fenomena ini kemudian melahirkan kebutuhan akan ruang kolaborasi yang mampu menghubungkan komoditas hijau dengan kampanye pelestarian lingkungan.
Pentingnya Keamanan Hayati dan Ekonomi
Direktur Tindakan Deputi Bidang Karantina Tumbuhan Badan Karantina Indonesia, Abdul Rahman, menjelaskan bahwa sektor ini memiliki potensi masif. Menurutnya, industri tersebut mendukung kualitas lingkungan sekaligus tren masyarakat yang ingin lebih dekat dengan alam.
"Kami melihat industri tanaman yang terus berkembang dan memiliki potensi besar, baik dari sisi ekonomi maupun dalam mendukung kualitas lingkungan, keberlanjutan, dan gaya hidup masyarakat yang semakin dekat dengan alam," kata Abdul Rahman.
Ia juga menekankan bahwa pesatnya pertumbuhan industri harus diimbangi dengan kepatuhan terhadap regulasi karantina. Hal ini penting untuk memastikan keamanan hayati tetap terjaga di tengah mobilisasi tanaman yang tinggi.
"Melalui ajang ini, kami berharap tercipta kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam membangun industri tanaman yang sehat, aman, dan berkelanjutan," ujar Abdul Rahman.
Ekosistem Kolaboratif di ICE BSD City
President Director Dyandra Event Solutions, Michael Bayu Sumarijanto, menyatakan bahwa tren industri tanaman saat ini menjangkau segmen pasar yang lebih luas. Pameran mendatang dirancang sebagai titik temu bagi seluruh pelaku dalam satu ekosistem terpadu.
"Pameran ini hadir bukan hanya sebagai pameran tanaman hias, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan komunitas, pelaku industri, arsitek, landscape designer, breeder, nursery owner, hingga masyarakat umum dalam satu ekosistem yang saling terhubung," kata Michael.
Ia menilai tanaman telah merambah ke berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni hingga desain interior harian. Selain memamerkan koleksi domestik dan mancanegara, kegiatan ini akan dimeriahkan dengan workshop, diskusi komunitas, hingga pengenalan varietas baru.
Terdapat pula kampanye edukatif seperti #TanamTaman dan #DimulaiDariSatu yang disiapkan untuk pengunjung. Melalui rangkaian program tersebut, tanaman hias diharapkan terus bergeser menjadi simbol perubahan gaya hidup yang lebih sehat dan hijau bagi masyarakat luas.