Hukum Menitip Doa kepada Jemaah Haji Menurut Penjelasan Buya Yahya

Hukum Menitip Doa kepada Jemaah Haji Menurut Penjelasan Buya Yahya
Foto: Ilustrasi Hukum Menitip Doa kepada Jemaah Haji Menurut Penjelasan Buya Yahya.

Menitipkan doa kepada orang yang hendak berangkat ke Tanah Suci menjadi tradisi yang lazim dilakukan umat Islam. Dilansir dari Detikcom, banyak muslim berharap doa yang dititipkan tersebut dapat dikabulkan karena dipanjatkan di tempat-tempat mustajab.

Keyakinan ini didasari pada keutamaan berdoa secara langsung di depan Ka'bah, khususnya di Multazam. Lokasi yang berada di depan pintu Ka'bah tersebut dikenal sebagai salah satu titik paling makbul untuk memohon kepada Allah SWT.

"Multazam adalah tempat dikabulkannya doa. Apa yang diminta seseorang kepada Allah, niscaya Allah akan mengabulkannya."

Terdapat pula landasan dari hadits Ibnu Abbas RA yang menyebutkan sabda Nabi Muhammad SAW mengenai keistimewaan lokasi tersebut.

"Antara rukun Hajar Aswad dan pintu Ka'bah yang disebut Multazam. Tidak ada seorang pun hamba Allah yang berdoa di tempat ini tanpa terkabul permintaannya."

Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah Al-Bahjah, Buya Yahya, memberikan penjelasan mengenai hukum praktik tersebut. Menurut beliau, meminta didoakan oleh orang yang sedang menunaikan ibadah haji atau umrah adalah hal yang diperbolehkan.

Meskipun sah secara agama, Buya Yahya memberikan catatan penting agar permintaan tersebut tidak membebani jemaah yang sedang beribadah. Beliau menyarankan agar doa disampaikan secara lisan tanpa harus memaksa jemaah membaca daftar doa yang panjang.

"Minta doa boleh tapi jangan merepotkan. Serahkan suruh doain gitu saja. Kalau suruh baca (kertas), tidak harus seperti itu," ujar beliau dikutip dari saluran YouTube Al Bahjah TV.

Praktik ini ternyata memiliki landasan sejarah dalam sirah nabawiyah. Saat Sayyidina Umar bin Khattab hendak berangkat ibadah, Rasulullah SAW pernah bersabda, "Bawa aku dalam doamu."

Teknis Penulisan Doa agar Lebih Spesifik

Meski ada anjuran untuk tidak merepotkan, penggunaan catatan kecil tetap diperbolehkan bagi jemaah yang ingin memastikan doa-doa titipan tidak terlewat. Dalam buku Checklist Persiapan Berhaji untuk Perempuan karya Hj Siti Noordayat, disebutkan bahwa membuat buku saku doa bisa menjadi solusi praktis.

Catatan tersebut dapat mencantumkan nama lengkap penitip doa agar permohonan yang dipanjatkan di depan Multazam menjadi lebih spesifik. Berikut adalah beberapa contoh permohonan yang sering dititipkan oleh umat Islam untuk dipanjatkan di Tanah Suci.

  • Ya Allah, limpahkanlah rezekiku agar aku dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membantu orang-orang di sekitarku.
  • Ya Allah, angkatlah kesulitan yang menghalangi rezekiku. Berikanlah aku kelapangan dalam mencapai kesejahteraan materi.
  • Ya Allah, jadikanlah aku dan jodohku sebagai pasangan yang saling melengkapi dalam kebaikan dan ketakwaan kepada-Mu.
  • Ya Allah, anugerahkanlah keberkahan dalam mencari jodoh yang halal, dan pertemukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu dan dapat membimbingku menuju surga-Mu.
  • Ya Allah, jauhkanlah aku dari jodoh yang buruk dan tidak menyebabkan kebaikan bagiku di dunia dan akhirat.
  • Ya Allah, jadikanlah pernikahan kami sebagai sarana untuk saling berbagi cinta, kasih sayang, dan kerukunan dalam menjalankan ibadah kepada-Mu.
  • Ya Allah, jadikanlah impianku untuk naik umrah/haji menjadi kenyataan, dan kabulkanlah doaku untuk bisa mengunjungi Baitullah-Mu.
  • Ya Allah, bukakanlah pintu-pintu kemudahan di tengah kesulitan yang aku hadapi, dan berikanlah aku jalan keluar yang terbaik.
  • Ya Allah, berikanlah aku petunjuk dan hikmah dalam menghadapi kesulitan ini, serta berikanlah aku keberkahan dalam setiap langkahku.
  • Ya Allah, jadikanlah perjuanganku dalam mengejar kelulusan ini sebagai ibadah yang diridhai-Mu, dan berikanlah aku hasil yang baik sebagai bukti dari usahaku.
  • Ya Allah, berikanlah aku ketenangan, kepercayaan diri, dan ketenangan pikiran saat menghadapi ujian sehingga aku dapat mengerjakan dengan baik dan mendapatkan nilai yang memuaskan.
  • Ya Allah, terimalah doaku ini sebagai bentuk kerendahan hatiku, dan kabulkanlah harapanku untuk mencapai kelulusan yang sukses dan memberikan manfaat bagi diriku dan orang-orang di sekitarku.

Artikel terkait

Rekomendasi