Umat Islam dapat melaksanakan ibadah puasa sunnah enam hari di bulan Syawal mulai Selasa, 21 April 2026, dengan pilihan untuk menggabungkan niatnya bersama puasa sunnah Senin-Kamis guna mengejar keutamaan pahala setara setahun penuh.
Praktik penggabungan dua ibadah sunnah ini dinilai sah oleh para ulama karena fleksibilitas kaidah fikih, sebagaimana dilansir dari Cahaya. Pelaksanaan puasa Syawal sendiri berfungsi sebagai penyempurna ibadah Ramadhan sekaligus indikator konsistensi spiritual seseorang.
Mengenai keutamaan besar ibadah ini, Rasulullah SAW memberikan penekanan dalam riwayat Shahih Muslim tentang perbandingan pahala yang akan didapatkan oleh umatnya.
"Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun." sabda Nabi Muhammad SAW.
Penjelasan teknis mengenai pelipatgandaan pahala tersebut juga tertuang dalam buku Fiqh al-Sunnah karya Sayyid Sabiq. Logika yang digunakan adalah satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh, sehingga 30 hari Ramadhan ditambah 6 hari Syawal mencapai total 360 hari.
Terkait teknis pelaksanaannya, terdapat perbedaan pandangan antar mazhab mengenai urutan harinya. Mazhab Syafi\u2019i dan Hanafi lebih menganjurkan dilakukan berturut-turut setelah Idul Fitri, sementara mazhab Hanbali memperbolehkan secara terpisah selama masih dalam bulan Syawal.
Dalam hal tata cara, niat merupakan elemen fundamental yang harus dihadirkan dalam hati sebelum fajar menyingsing.
"Nawaitu shauma ghadin \u2018an sunnati Syaww\u00e2li lill\u00e2hi ta\u2018\u00e2l\u00e2." ujar Imam Nawawi dalam kitab Riyadhus Shalihin.
Imam Nawawi menegaskan melalui karyanya tersebut bahwa niat adalah amalan hati yang melampaui sekadar ucapan lisan. Selain niat, kesunnahan lain yang dianjurkan meliputi makan sahur sebagai pembeda dengan puasa umat lain serta menyegerakan berbuka saat Maghrib tiba.
Meskipun penggabungan niat diperbolehkan secara syariat, beberapa ulama tetap memberikan saran agar setiap ibadah dikerjakan secara mandiri demi kesempurnaan nilai masing-masing.
"Saya berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT." kata Sayyid Sabiq dalam kutipan lafaz niatnya.
Fleksibilitas dalam menjalankan ibadah ini dianggap sebagai bentuk kemudahan dalam Islam. Hal tersebut bertujuan agar umat tetap dapat meraih pahala luas di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari tanpa mengabaikan koridor syariat yang telah ditetapkan.