Fenomena langit yang memukau akan menyapa penduduk bumi pada April 2026. Salah satu peristiwa astronomi yang paling dinantikan adalah hujan meteor Lyrid, yang memegang rekor sebagai salah satu hujan meteor tertua dalam catatan sejarah manusia.
Dikutip dari Cahaya, Perhimpunan Astronomi Noor mengungkapkan bahwa wilayah Arab Saudi dan kawasan Arab memiliki peluang besar untuk menyaksikan puncak fenomena ini. Masyarakat dapat mengamati pemandangan tersebut secara langsung tanpa bantuan peralatan khusus.
Puncak hujan meteor Lyrid diperkirakan terjadi pada larut malam Rabu, 22 April 2026, hingga memasuki dini hari Kamis, 23 April 2026. Aktivitas benda langit ini akan mencapai intensitas terbaiknya setelah tengah malam hingga fajar menyingsing.
Hujan meteor Lyrid bukanlah fenomena baru bagi peradaban manusia. Catatan sejarah menunjukkan bahwa peristiwa ini telah diamati sejak sekitar 2.700 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 687 SM, menjadikannya salah satu yang paling legendaris.
Fenomena ini sebenarnya berasal dari sisa material komet yang melintasi tata surya. Debu dan puing-puing yang ditinggalkan oleh Komet C/1861 G1 atau yang dikenal sebagai Komet Thatcher menjadi pemicu utamanya.
Komet Thatcher memiliki orbit yang sangat panjang, yakni sekitar 415,5 tahun untuk sekali mengelilingi Matahari. Terakhir kali terdeteksi pada 1861, komet induk ini diprediksi baru akan kembali mendekati pusat tata surya kita pada tahun 2276 mendatang.
Cahaya yang tampak seperti bintang jatuh terjadi saat partikel kecil dari komet tersebut memasuki atmosfer bumi. Gesekan yang terjadi menyebabkan debu komet terbakar dan menghasilkan kilatan cahaya di langit malam yang gelap.
Tips Pengamatan Tanpa Alat Bantu
Masyarakat tidak membutuhkan teleskop atau teknologi canggih untuk menikmati pertunjukan alam ini. Lokasi yang gelap dan terbuka menjadi kunci utama agar lintasan meteor dapat terlihat dengan jelas oleh mata telanjang.
Ketua Perhimpunan Astronomi Noor, Issa Al-Ghafili, memberikan pandangannya mengenai cara pengamatan terbaik.
"Fenomena ini tidak memerlukan teleskop atau peralatan canggih untuk mengamatinya, karena dapat dilihat langsung dengan mata telanjang dari lokasi terbuka yang jauh dari polusi cahaya, mulai tengah malam hingga menjelang fajar."
Penggunaan alat bantu justru tidak disarankan karena akan mempersempit bidang pandang pengamat. Dengan mata telanjang, area langit yang terpantau menjadi lebih luas sehingga peluang untuk melihat meteor yang melintas semakin besar.
Intensitas Meteor per Jam
Dalam kondisi cuaca yang cerah dan lingkungan yang minim polusi cahaya, hujan meteor Lyrid dapat menampilkan puluhan meteor setiap jamnya. Diperkirakan akan muncul sekitar 10 hingga 20 meteor per jam saat mencapai titik puncaknya.
Meskipun komet induknya jarang muncul, jejak debu yang ditinggalkan tetap rutin berinteraksi dengan orbit bumi setiap tahun. Bagi para pecinta astronomi, momen di akhir April 2026 ini menjadi kesempatan langka untuk mengagumi keajaiban alam secara langsung.