Honor Fokus Garap Segmen Entry-Level Guna Bangun Kepercayaan Konsumen

Honor Fokus Garap Segmen Entry-Level Guna Bangun Kepercayaan Konsumen
Foto: Ilustrasi Honor Fokus Garap Segmen Entry-Level Guna Bangun Kepercayaan Konsumen.

Vendor smartphone Honor berupaya memulihkan kepercayaan publik di Indonesia dengan memprioritaskan penjualan perangkat segmen entry-level dan menengah pasca-kembali ke pasar domestik setahun terakhir. Tantangan utama perusahaan saat ini berkaitan dengan persepsi konsumen terhadap keberlanjutan operasional merek tersebut pada Kamis (13/5/2026).

Dilansir dari Tekno, tantangan besar yang dihadapi bukan bersumber dari spesifikasi produk, melainkan keraguan pasar mengenai eksistensi jangka panjang brand tersebut di tanah air. Honor sebelumnya pernah beroperasi di Indonesia pada 2018 sebelum perlahan mundur setahun kemudian dan baru resmi kembali pada Februari 2025.

Head of Public Relations PT Trinova Digital Indonesia selaku distributor Honor, Aryo Meidianto Aji, menjelaskan bahwa banyak konsumen yang masih mempertanyakan keseriusan kembalinya merek ini ke pasar ponsel nasional.

"Honor pergi kemudian kembali lagi, lalu sekarang distribusinya juga baru lagi. Jadi tantangannya konsumen sendiri bingung, ini sebenarnya ada atau enggak? Honor akan eksis atau enggak sih?" kata Aryo saat ditemui di Jakarta Selatan.

Pihak distributor berupaya memberikan keyakinan kepada mitra bisnis serta para pengguna bahwa perusahaan memiliki komitmen jangka panjang untuk menetap di Indonesia.

"Honor enggak akan ke mana-mana. Honor akan ada di Indonesia, cuma memang transformasi pasti memakan waktu," tegas Aryo.

Strategi bisnis yang diambil saat ini adalah menghindari persaingan agresif di pasar ponsel premium (flagship). Honor lebih memilih fokus pada perangkat yang memiliki basis massa besar di kelas bawah dan menengah.

"Kadang banyak brand yang mungkin tidak fokus dengan market-nya sendiri. Misalnya unggul di market bawah tapi akhirnya berpikiran ke market atas, padahal market share-nya kecil," kata Aryo.

Keputusan ini didasari pada pertimbangan efektivitas pasar di mana mayoritas konsumen Indonesia masih terkonsentrasi pada perangkat di segmen harga terjangkau.

"Kalau kami lebih berpikiran untuk benar-benar fokus ke perangkat yang banyak disukai dan dibeli konsumen terlebih dahulu," imbuh dia.

Implementasi strategi tersebut diwujudkan melalui peluncuran Honor X6c seharga Rp 2,99 juta dan Honor X7c senilai Rp 4,5 juta. Kedua produk ini menonjolkan fitur ketahanan fisik sebagai daya tarik utama bagi pengguna profesional maupun keluarga.

Selain aspek produk, penguatan layanan purna jual juga menjadi prioritas untuk menghilangkan keraguan konsumen. Saat ini, Honor telah mengoperasikan lebih dari 10 titik servis yang tersebar di berbagai lokasi.

"Kalau untuk after sales kita ada banyak, lebih dari 10. Untuk luar kota kita kerja sama dengan Unicom," kata Aryo.

Artikel terkait

Rekomendasi