Kelompok Hizbullah mengklaim telah menembak jatuh sebuah pesawat tanpa awak atau drone milik militer Israel di kawasan Tyre, Lebanon Selatan, pada Jumat (24/4/2026). Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya saling klaim mengenai pelanggaran kesepakatan gencatan senjata di wilayah perbatasan tersebut.
Peristiwa jatuhnya pesawat nirawak tersebut sempat terekam dalam sebuah video yang memperlihatkan puing-puing rudal berjatuhan dari udara. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Kompas, jatuhnya material tersebut memicu kepanikan warga yang menyaksikan langsung di lokasi kejadian.
Hizbullah memberikan pernyataan resmi terkait aksi militer yang mereka lakukan di wilayah selatan. Pihak kelompok tersebut mengonfirmasi bahwa unit pertahanan udara mereka berhasil menyasar perangkat pengintai milik pasukan Israel.
"pejuangnya memang menembak jatuh drone milik Israel." ujar Hizbullah dalam klaim resminya.
Di sisi lain, pihak militer Israel tidak memberikan konfirmasi mengenai adanya unit pesawat tanpa awak mereka yang berhasil dilumpuhkan oleh lawan. Meski menepis kabar jatuhnya drone, Israel justru melontarkan tuduhan balik mengenai stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Militer Israel menuding bahwa aktivitas yang dilakukan oleh kelompok bersenjata di Lebanon tersebut merupakan bentuk nyata dari pengabaian terhadap aturan yang telah disepakati.
"tuding adanya pelanggaran gencatan senjata oleh Hizbullah." kata militer Israel.
Hingga saat ini, keaslian mengenai tanggal dan lokasi pasti dari rekaman puing yang jatuh tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Situasi di wilayah Tyre tetap dipantau menyusul klaim serangan yang terus berlanjut dari kedua belah pihak.