Hipertensi Picu Gagal Ginjal Stadium 5 di Usia Muda akibat Abaikan Sakit Kepala

Hipertensi Picu Gagal Ginjal Stadium 5 di Usia Muda akibat Abaikan Sakit Kepala
Foto: Ilustrasi Hipertensi Picu Gagal Ginjal Stadium 5 di Usia Muda akibat Abaikan Sakit Kepala.

Konsumsi air putih dalam jumlah banyak ternyata tidak menjamin seseorang terbebas dari risiko penyakit berat. Seorang wanita asal Bekasi bernama Sema Chintya harus menerima kenyataan pahit setelah divonis mengidap gagal ginjal stadium 5 pada usia 31 tahun.

Kisah pilu ini bermula pada tahun 2024 ketika tubuhnya mendadak dipenuhi lebam tanpa sebab yang jelas. Dilansir dari Detik Health, kondisi tersebut memicu pemeriksaan lebih lanjut hingga memunculkan diagnosis medis yang mengejutkan terkait fungsi organ ekskresinya.

Kerusakan parah pada organ kemih tersebut ternyata dipicu oleh masalah tekanan darah yang tidak terkendali. Sebelum diagnosis akhir keluar, tensi darah wanita tersebut sempat menyentuh angka 193/129.

"Rasanya itu kepalaku sakit banget, aku memang ketahuan hipertensi di usia 25 pas lagi hamil, tapi memang aku tuh nggak pernah minum obat, dulu edukasi hipertensi juga jarang," cerita Sema di TikTok, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan.

Gejala awal sebenarnya sudah mulai tampak sekitar tujuh bulan sebelum vonis stadium akhir tersebut dijatuhkan. Salah satu perubahan fisik yang paling mencolok adalah kemunculan kantung mata yang tidak kunjung mereda akibat retensi cairan.

"Ternyata kata dokter penyakit dalam, muka aku khas orang kena ginjal, yaitu edema atau penumpukan cairan di wajah," beber dia.

Pembengkakan pada area wajah ini rupanya menjadi indikator visual yang khas. Namun, penurunan kondisi kesehatan yang drastis baru benar-benar dirasakan dalam hitungan minggu sebelum pemeriksaan final.

"Muka bengep sudah kelihatan lebih dari 7 bulan, tapi gejala parahnya gagal ginjal baru dirasakan satu bulan sebelumnya dan satu minggu sebelum divonis gagal ginjal," lanjutnya.

Fisik pasien menunjukkan berbagai tanda penurunan fungsi organ, mulai dari kemunculan memar di kulit, hilangnya nafsu makan, hingga merosotnya bobot tubuh. Tampilan wajah yang memucat disertai rasa mual dan muntah yang konstan menjadi alarm bahaya bagi tubuhnya.

Kondisi ini sebenarnya sempat terdeteksi lewat pemeriksaan medis menyeluruh dua tahun sebelum vonis dokter dijatuhkan. Sayangnya, indikasi awal berupa penurunan fungsi filtrasi organ yang tinggal 47 persen tersebut luput dari perhatiannya.

Langkah preventif yang terabaikan sejak usia 25 tahun menjadi penyesalan terbesar bagi dirinya saat ini. Faktor psikologis dan pengabaian terhadap sinyal rasa sakit disinyalir ikut memperburuk kondisi fisik secara keseluruhan.

"Kebiasaan yang menurut aku dampaknya juga nyata banget ke tubuh itu, menghiraukan sakit kepala, overthinking dan stres," pungkasnya.

Data medis dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases mengungkapkan keterkaitan erat antara sirkulasi darah dan kesehatan sistem ekskresi. Lonjakan tekanan internal secara konsisten mampu memicu penyusutan dan pelemahan jaringan pembuluh darah di seluruh bagian tubuh.

Ketika pembuluh darah di area vital tersebut mengalami kerusakan, kemampuan filtrasi limbah otomatis akan terganggu. Dampaknya, zat sisa metabolisme dan cairan berlebih akan menumpuk di dalam kompartemen tubuh.

Akumulasi cairan dalam sirkulasi ini kemudian memicu peningkatan tekanan yang jauh lebih masif pada dinding pembuluh. Situasi tersebut menciptakan lingkaran setan yang terus menggerogoti struktur organ hingga memicu kerusakan permanen.

Berdasarkan data statistik di Amerika Serikat, masalah tekanan darah tinggi mendera hampir separuh populasi dewasa atau berkisar 108 juta jiwa. Di sisi lain, penyakit ginjal kronis diperkirakan diidap oleh lebih dari 1 dari 7 orang dewasa, yang setara dengan 37 juta orang.

Kondisi hipertensi juga tercatat menduduki posisi kedua sebagai faktor pemicu utama kasus gagal ginjal di wilayah Amerika Serikat. Posisi pertama dari gangguan kesehatan kronis ini masih ditempati oleh penyakit diabetes.

Artikel terkait

Rekomendasi