Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, membacakan kutipan dialog film Pulp Fiction yang diklaim sebagai ayat Alkitab dalam acara ibadah resmi di Pentagon pada Jumat, 17 April 2026. Insiden ini memicu kritik publik karena penggunaan naskah fiksi dalam konteks keagamaan formal militer.
Dilansir dari Detikcom, Hegseth menyebut kutipan tersebut sebagai "CSAR 25:17" yang merujuk pada Kitab Yehezkiel 25:17. Namun, teks yang dibacakan hampir identik dengan monolog karakter Jules Winnfield dalam film karya Quentin Tarantino, meski telah diadaptasi dengan istilah teknis unit Combat Search and Rescue (CSAR).
Berdasarkan rekaman Defense Now via Variety, Hegseth mengawali doa tersebut dengan narasi yang mengganti istilah religius menjadi terminologi penerbangan militer. Ia menjelaskan bahwa teks itu berasal dari perencana misi Sandy 1, unit penyelamat pilot Amerika Serikat di Iran.
"Jalan penerbang yang jatuh dikepung di semua sisi oleh ketidakadilan dari orang-orang egois dan tirani dari orang-orang jahat. Diberkatilah ia yang atas nama kebersamaan dan tugas membimbing mereka yang hilang melalui lembah kegelapan, karena ia benar-benar penjaga saudaranya dan penemu anak-anak yang hilang. Dan Aku akan menghantammu dengan pembalasan yang besar dan kemarahan yang membara mereka yang mencoba menangkap dan menghancurkan saudaraku, dan kau akan tahu call sign-ku adalah Sandy 1 saat Aku menjatuhkan pembalasan-Ku kepadamu. Amin." ucap Pete Hegseth, Menteri Pertahanan AS.
Hegseth menegaskan bahwa kutipan tersebut telah menjadi tradisi atau doa khusus bagi personel militer. Hal ini dilakukan guna menyesuaikan identitas unit militer yang terlibat dalam misi pencarian dan penyelamatan tempur di lapangan.
Pihak Departemen Pertahanan memberikan pembelaan melalui juru bicara mereka terkait pemilihan diksi dalam ibadah tersebut. Sean Parnell memberikan klarifikasi bahwa doa itu memang terinspirasi dari dialog film ikonik tahun 1994 tersebut.
"doa khusus CSAR" ujar Sean Parnell, Juru Bicara Pentagon.
Parnell menyatakan bahwa isi doa tersebut merupakan refleksi dari tema besar ayat suci yang asli. Ia juga menepis tuduhan bahwa Menteri Pertahanan telah melakukan kesalahan fatal dalam mengutip naskah keagamaan.
"berita bohong" kata Sean Parnell, Juru Bicara Pentagon.
Kritikus menilai tindakan ini menunjukkan kurangnya ketelitian dalam memisahkan budaya populer dengan ritual sakral kenegaraan. Sebelum peristiwa ini, Hegseth juga sempat mendapat sorotan karena membandingkan jurnalis dengan kaum Farisi saat melakukan konferensi pers resmi.