Hasan Nasbi Kembali Masuk Kabinet Prabowo Sebagai Penasihat Khusus

Hasan Nasbi Kembali Masuk Kabinet Prabowo Sebagai Penasihat Khusus
Foto: Ilustrasi Hasan Nasbi Kembali Masuk Kabinet Prabowo Sebagai Penasihat Khusus.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi kembali bergabung dalam Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (11/5/2026). Hasan sempat diberhentikan dari jabatannya sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan sebelum akhirnya ditarik kembali ke Istana.

Pengangkatan kembali ini berawal dari komunikasi yang dijalin oleh Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dan Sekretaris Kabinet. Sebagaimana dilansir dari Nasional, Hasan diminta secara resmi untuk kembali membantu jalannya pemerintahan di sektor komunikasi.

"Bang Dasco bilang, Pak Teddy bilang, Abang balik lagi ya, secara formal bantu pemerintah," kata Hasan, dalam podcast Gaspol! yang tayang di YouTube Kompas.com, Senin (11/5/2026).

Hasan mengemban tanggung jawab untuk memperkuat struktur komunikasi pemerintah. Dalam pelaksanaannya, ia akan bersinergi dengan Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah serta Kementerian Komunikasi dan Digital guna memastikan pesan-pesan pemerintah tersampaikan dengan baik.

Eks Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan ini memberikan penegasan bahwa tugasnya bukan untuk melakukan manipulasi citra. Ia menyatakan fokus utama adalah penyediaan kanal informasi yang transparan untuk publik.

"Pak Prabowo itu sudah dari dulu begitu, enggak harus di-make up make up lagi. Apa adanya Pak Prabowo begitu," ujar Hasan.

Selain mengenai perannya, Hasan juga membeberkan aktivitas Presiden Prabowo yang tetap memantau perkembangan opini publik hingga larut malam. Presiden diketahui sering memperhatikan masukan dan kritik yang beredar di berbagai platform digital.

"Jadi, beliau tahu yang kritis-kritis, yang maki-maki, yang menghujat beliau tahu semua," ucap Hasan.

Presiden Prabowo Subianto disebut sering menyimak berbagai konten podcast dan media sosial selepas pukul 12 malam. Hal ini dilakukan untuk memahami diskursus yang sedang hangat dibicarakan oleh masyarakat mengenai kinerja pemerintah.

Artikel terkait

Rekomendasi