Empat Hari Besar Tanggal 14 Februari Mulai Valentine hingga PETA

Empat Hari Besar Tanggal 14 Februari Mulai Valentine hingga PETA
Foto: Ilustrasi Empat Hari Besar Tanggal 14 Februari Mulai Valentine hingga PETA.

Tanggal 14 Februari setiap tahunnya diperingati sebagai momen yang sarat makna melalui berbagai perayaan global maupun nasional. Dilansir dari Caritahu, tanggal ini menjadi titik temu antara perayaan kasih sayang, literasi, pelestarian satwa, hingga kenangan perjuangan kemerdekaan.

Secara internasional, Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang menjadi peringatan yang paling mendominasi. Perayaan ini berakar dari kisah Santo Valentinus, seorang martir Kristen abad ke-3 yang menentang perintah kaisar demi menikahkan pasangan muda secara rahasia.

Simbol romantis seperti hati merah, Cupid, cokelat, dan bunga mawar merah menjadi ikon utama dalam mengekspresikan kasih sayang. Di era digital, tren ini berkembang masif melalui media sosial dan sering dimanfaatkan oleh pelaku bisnis untuk mengadakan promo khusus bagi pasangan urban.

Selain sisi romantis, 14 Februari juga diperingati sebagai Hari Pemberian Buku Internasional. Gagasan yang dimulai oleh penulis anak Emma Perry sejak 2012 ini bertujuan mendorong masyarakat untuk menyumbangkan buku kepada anak-anak, terutama di wilayah dengan akses bacaan terbatas.

Di Indonesia, peringatan ini sejalan dengan Gerakan Literasi Nasional (GLN). Komunitas baca dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sering memanfaatkan momen ini untuk mengadakan donasi buku demi meningkatkan fondasi pendidikan di daerah pedesaan dan pulau terpencil.

Pada tanggal yang sama, dunia juga memperingati Hari Bonobo Internasional. Bonobo (Pan paniscus) merupakan primata yang secara genetik berbagi sekitar 98,7% DNA dengan manusia dan dikenal sebagai spesies yang sangat damai dalam menyelesaikan konflik sosial.

Kampanye global ini bertujuan meningkatkan kesadaran atas ancaman kepunahan Bonobo akibat deforestasi dan perburuan liar. Melalui aksi edukasi dan donasi, masyarakat dunia diajak untuk menjaga habitat asli mereka yang berada di hutan hujan Sungai Kongo, Afrika.

Sejarah Perjuangan PETA di Blitar

Khusus bagi masyarakat Indonesia, 14 Februari memiliki nilai sejarah patriotik yang mendalam melalui peringatan Pemberontakan PETA (Pembela Tanah Air). Peristiwa yang terjadi pada tahun 1945 di Blitar ini merupakan salah satu perlawanan terbesar tentara pribumi terhadap pendudukan Jepang.

Aksi heroik tersebut dipimpin oleh Supriyadi, yang kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Para anggota PETA melakukan serangan terhadap markas Jepang sebagai bentuk protes atas eksploitasi tenaga kerja paksa atau romusha yang menyengsarakan rakyat.

Meski pemberontakan tersebut akhirnya dipadamkan secara keras oleh tentara Jepang, semangat juang para prajurit PETA tetap menjadi inspirasi penting bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa ini membuktikan keberanian putra daerah dalam melawan penindasan di tengah berkecamuknya Perang Dunia II.

Artikel terkait

Rekomendasi