Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf memastikan tidak ada kenaikan harga pada layanan katering jemaah haji Indonesia tahun ini meskipun terjadi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah pada Selasa (21/4/2026). Stabilitas harga ini tetap terjaga meski kondisi pasar lokal di Arab Saudi mengalami dinamika harga bahan baku.
Kepastian mengenai biaya konsumsi tersebut diperoleh setelah koordinasi dilakukan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat. Dilansir dari Nasional, pihak penyedia jasa boga hingga saat ini belum mengajukan usulan penyesuaian tarif layanan kepada pemerintah.
"Tidak ada perubahan. Pihak-pihak katering juga tidak ada minta pertambahan perubahan-perubahan harga," kata Gus Irfan ketika ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).
Irfan Yusuf tidak menampik adanya pergerakan harga kebutuhan pokok yang tidak menentu di pasar domestik Arab Saudi. Namun, ia menekankan bahwa pemerintah akan terus memantau agar kondisi tersebut tidak menurunkan standar pelayanan bagi para jemaah.
"Tapi kita juga memang melihat di pasar di lokal sana memang ada fluktuasi harga. Mudah-mudahan itu tidak berpengaruh pada kualitas makanan," ucapnya.
Terkait teknis distribusi di lapangan, Kasi Konsumsi Daker Madinah Beny Darmawan menjelaskan bahwa sebanyak 23 dapur katering telah dikerahkan untuk melayani jemaah Indonesia di Madinah. Para jemaah dijadwalkan menerima makan sebanyak tiga kali sehari selama masa tinggal sembilan hari.
"Tidak hanya jumlah, kualitas makanan juga menjadi perhatian utama agar tetap sesuai dengan selera jemaah," kata Beny.
Penggunaan bumbu masakan asli Indonesia dalam bentuk pasta racikan menjadi strategi utama untuk menjaga autentisitas rasa. Selain itu, komposisi sumber daya manusia di setiap dapur wajib menyertakan tenaga profesional asal Indonesia guna menjaga mutu masakan sesuai standar yang ditetapkan.
"Ketentuan ini wajib dipenuhi dan seluruh dapur telah melaksanakannya," tutur dia.
Persiapan layanan logistik pangan ini dilaporkan telah mencapai kesiapan penuh menjelang kedatangan rombongan pertama pada Rabu (22/4/2026). Pengawasan ketat terus dilakukan pada setiap dapur untuk memastikan semua regulasi teknis sudah dijalankan secara maksimal.