PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) tengah menyiapkan langkah ekspansi besar melalui rencana akuisisi PT Tambang Meranti Mulia Sejahtera (TMMS) pada tahun 2026. Emiten yang bergerak di industri manufaktur karoseri ini menargetkan kepemilikan mayoritas dalam aksi korporasi tersebut.
Dilansir dari Stocksetup, perusahaan akan melakukan penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue untuk mendanai rencana tersebut. Nilai aksi korporasi ini diperkirakan mencapai Rp266,29 miliar.
HOPE berencana menerbitkan sekitar 2,13 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan sebesar Rp125 per saham. Melalui pendanaan ini, perusahaan berniat meningkatkan porsi kepemilikan di TMMS dari semula 21,57 persen menjadi 99 persen sebagai pemegang saham pengendali.
Nilai total transaksi akuisisi tersebut diproyeksikan berada pada rentang Rp257 miliar hingga Rp317 miliar. Strategi ini diharapkan memperkuat ekosistem bisnis perusahaan yang selama ini berfokus pada kendaraan komersial untuk sektor logistik dan konstruksi.
PT Tambang Meranti Mulia Sejahtera merupakan entitas yang beroperasi di sektor pertambangan beserta jasa penunjangnya. Ruang lingkup bisnisnya mencakup kontraktor tambang, penyewaan alat berat seperti dump truck, perdagangan komoditas, hingga layanan pelabuhan.
Sepanjang tahun 2025, TMMS berhasil membukukan pendapatan sekitar Rp193,6 miliar. Perusahaan tersebut tercatat memiliki total aset yang mencapai kisaran Rp320 miliar pada periode yang sama.
Manajemen HOPE menjelaskan bahwa langkah akuisisi ini merupakan upaya integrasi vertikal bisnis. Integrasi ini memungkinkan kebutuhan armada dump truck milik TMMS dipasok langsung oleh karoseri HOPE sendiri.
Kebijakan tersebut diprediksi mampu menciptakan pasar internal yang stabil dan memperluas diversifikasi pendapatan ke sektor pertambangan. Saham HOPE sendiri sempat menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) pada Rabu (22/4) sebelum akhirnya terkoreksi di level Rp288 per saham pada perdagangan berikutnya.
Kondisi Operasional dan Manajemen HOPE
Saat ini, HOPE fokus pada pembuatan bak truk, kendaraan khusus, serta manufaktur trailer dan semi-trailer. Perusahaan juga melayani jasa modifikasi kendaraan berat dan perakitan kendaraan industri untuk berbagai kebutuhan lapangan.
Struktur manajemen PT Harapan Duta Pertiwi Tbk saat ini dipimpin oleh Kevin Jong sebagai Direktur Utama. Beliau didampingi oleh beberapa direktur lainnya yakni Nathan Octavian Wangsadirdja, Rusli Djuhana, Herryan Syahputra, dan Lo Khie Pong.
Pada jajaran dewan komisaris, Wimba Prambada menjabat sebagai Komisaris Utama. Posisi komisaris lainnya diisi oleh Rino Yosiaki Manangkalangi dan Antonius yang mengawasi jalannya kebijakan strategis perseroan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), HOPE mencatatkan lonjakan pendapatan signifikan sebesar 107,7 persen menjadi Rp40,5 miliar pada 2025. Meskipun aktivitas bisnis meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp19,5 miliar, perusahaan masih berada dalam posisi rugi bersih.
Rugi bersih tercatat sebesar Rp22,8 miliar, mengalami perbaikan tipis sebesar 0,4 persen secara tahunan. Penurunan rugi kotor hingga 47,8 persen menjadi Rp4,7 miliar menunjukkan adanya peningkatan efisiensi operasional di internal perusahaan sebelum ekspansi ke sektor tambang dimulai.