Kelompok Handala Tingkatkan Serangan Siber Terhadap Infrastruktur Israel

Kelompok Handala Tingkatkan Serangan Siber Terhadap Infrastruktur Israel
Foto: Ilustrasi Kelompok Handala Tingkatkan Serangan Siber Terhadap Infrastruktur Israel.

Kelompok peretas Handala Hack Team dilaporkan meningkatkan intensitas serangan siber terhadap berbagai target di Israel serta sekutunya dalam beberapa pekan terakhir sebagai bentuk eskalasi konflik geopolitik di ruang digital. Aksi peretasan ini mencakup pembobolan data sensitif pejabat militer hingga penetrasi ke institusi simbolik negara tersebut.

Dilansir dari Tekno, salah satu operasi terbaru yang diklaim oleh Handala adalah keberhasilan menembus perangkat digital milik mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel. Dari peretasan tersebut, kelompok ini mengaku telah mengekstrak lebih dari 19.000 berkas sensitif yang terdiri dari dokumen resmi serta rekaman internal militer.

Selain menyasar individu berpengaruh, Handala juga menyerang Yad Vashem yang merupakan museum Holocaust nasional Israel sekaligus simbol sejarah penting. Aktivitas ini memperluas cakupan serangan dari sekadar target teknis militer ke institusi yang memiliki nilai emosional dan historis bagi masyarakat Israel.

Kelompok ini turut membocorkan identitas puluhan anggota unit intelijen Israel yang disertai dengan penyebaran data pribadi atau doxing. Berdasarkan laporan otoritas Amerika Serikat, pola serangan tersebut bertujuan untuk menyebarkan informasi sensitif sekaligus menjalankan kampanye psikologis demi menimbulkan ketakutan di kalangan target pemerintah.

Sejumlah analis keamanan siber menduga Handala memiliki keterkaitan strategis dengan intelijen Iran dan muncul pada akhir 2023 dengan narasi anti-Israel. Kelompok ini dianggap sebagai bagian dari jaringan aktor siber yang digunakan untuk menekan lawan melalui metode non-militer di tengah meningkatnya tensi di kawasan Timur Tengah.

Meskipun klaim serangan terus bermunculan, analis dari Foundation for Defense and Democracies (FDD) memberikan catatan kritis terkait keakuratan informasi tersebut. Pihak FDD memperingatkan bahwa beberapa dampak serangan mungkin dilebih-lebihkan oleh kelompok peretas untuk kepentingan propaganda dan tekanan psikologis semata.

Artikel terkait

Rekomendasi