Langkah strategis diambil oleh Hana Bank dengan menggeser fokus bisnis ke sektor wealth management sejak tiga tahun lalu. Berdasarkan data yang dihimpun, kebijakan ini berhasil membawa dana kelolaan atau asset under management (AUM) secara off balance menembus angka lebih dari Rp 700 miliar.
Seperti dilansir dari Keuangan, Hana Bank mematok target yang cukup agresif untuk pendapatan komisi atau fee-based income (FBI) dari sektor wealth management ini. Nilai sasaran yang dibidik diproyeksikan menyentuh angka Rp 50 miliar untuk tahun 2026.
Besaran target komisi tersebut diketahui melonjak signifikan. Nilai ini tercatat dua kali lipat lebih tinggi jika dibandingkan dengan perolehan target komisi pada sektor yang sama di tahun 2025 yang berada di angka Rp 25 miliar.
Langkah Hana Bank dalam memacu pertumbuhan pendapatan FBI di tahun 2026 ini bukan tanpa alasan. Dinamika global serta kemunculan berbagai sentimen pasar membuat industri perbankan tidak bisa lagi bertumpu penuh pada pendapatan bunga bersih atau net interest margin (NIM).
Hana Bank mulai mengintensifkan lini wealth management sebagai solusi atas tren penurunan laba dari sektor konvensional. Penurunan NIM menjadi pemicu utama bagi manajemen untuk mencari sumber pendapatan baru yang lebih stabil.
"Bisnis wealth management ini baru fokus di tiga tahun terakhir. Itu karena mempertimbangkan NIM kita tertekan, sehingga pilihannya menumbuhkan FBI," kata Hendri dalam media gathering Hana Bank, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Jika menilik kinerja keuangan sebelumnya, perolehan NIM Hana Bank sampai kuartal pertama tahun 2025 berada pada angka Rp 449,66 billion. Nominal tersebut memperlihatkan adanya penurunan sekitar 4,3 persen bila disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan Laba Bersih Tetap Solid
Kendati dihadapkan pada penurunan margin bunga, performa finansial keseluruhan Hana Bank terpantau masih berada dalam tren positif. Kondisi ini dibuktikan lewat pencapaian laba bersih perusahaan yang tetap tumbuh kuat.
Pada kuartal pertama tahun 2026, realisasi laba bersih Hana Bank melonjak hingga 23,8 persen secara tahunan. Nilai keuntungan bersih yang berhasil dibukukan oleh bank ini mencapai Rp 200,78 miliar.
"Meningkatkan FBI itu merupakan strategi yang paling logis, sehingga bank tidak lagi terlalu bergantung terhadap NIM," kata Hendri.