Hampir 6.000 Jemaah Haji Indonesia Gelombang Pertama Tiba di Madinah

Hampir 6.000 Jemaah Haji Indonesia Gelombang Pertama Tiba di Madinah
Foto: Ilustrasi Hampir 6.000 Jemaah Haji Indonesia Gelombang Pertama Tiba di Madinah.

Hampir 6.000 jemaah haji Indonesia gelombang pertama telah mendarat secara bertahap di Kota Madinah, Arab Saudi, hingga hari kedua pemberangkatan dari Tanah Air. Data operasional mencatat ribuan jemaah tersebut dalam kondisi aman saat memasuki fase awal rangkaian ibadah haji tahun 2026.

Hingga Rabu (22/4/2026) pukul 22.55 waktu Arab Saudi, total sebanyak 5.997 jemaah haji mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz. Sebagaimana dilansir dari Detikcom, operasional haji kini telah memasuki hari ketiga sejak jemaah pertama kali masuk ke asrama haji di Indonesia.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Ichsan Marsha, merinci bahwa pada hari pertama saja terdapat 17 kelompok terbang (kloter) yang diberangkatkan menuju Madinah. Pihaknya terus memantau pergerakan jemaah dari asrama hingga tiba di Arab Saudi.

"Pada hari pertama keberangkatan sebanyak 17 kelompok terbang atau kloter telah diberangkatkan dengan total 6.667 jemaah dan 68 petugas kloter," kata Ichsan, Juru Bicara Kemenhaj RI.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, laporan per 22 April 2026 menunjukkan posisi jemaah yang sudah menetap sementara di Kota Nabi.

"Pada hari pertama keberangkatan sebanyak 17 kelompok terbang atau kloter telah diberangkatkan dengan total 6.667 jemaah dan 68 petugas kloter," kata Ichsan, Juru Bicara Kemenhaj RI.

Pemerintah memberikan perhatian khusus pada kondisi fisik jemaah mengingat mayoritas peserta haji tahun ini didominasi oleh kelompok lanjut usia (lansia). Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Yusron B. Ambary, meminta para jemaah untuk mengatur ritme aktivitas ibadah mereka.

"Jemaah diharapkan selalu menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri, mengingat rangkaian ibadah haji masih panjang," ujar Yusron, Konsul Jenderal RI di Jeddah.

Yusron menekankan bahwa menjaga kebugaran tubuh sangat krusial agar jemaah dapat mengikuti seluruh tahapan haji hingga mencapai puncaknya pada bulan Mei mendatang.

Kepala Daerah Kerja Madinah, Khalilurrahman, turut memberikan peringatan terkait suhu udara dan kelembapan di Madinah yang ekstrem. Jemaah diminta menggunakan alat pelindung diri seperti payung, masker, dan kacamata hitam saat beraktivitas di luar ruangan.

"Jemaah diimbau menggunakan payung, kacamata, masker, serta alas kaki yang nyaman. Selain itu, penting untuk rutin minum air, sekitar dua hingga tiga teguk setiap 20-30 menit," ucap Khalilurrahman, Kepala Daerah Kerja Madinah.

Terkait fasilitas akomodasi, lebih dari 2.500 jemaah dari lima kloter perdana mendapatkan hotel di lokasi strategis, tepatnya sekitar 50 meter dari Masjid Nabawi. Hal ini memudahkan akses bagi jemaah disabilitas dan lansia menuju pintu 330 masjid untuk melaksanakan ibadah rutin maupun ziarah ke Raudhah.

Sistem administrasi tahun ini juga menghadirkan perubahan pada distribusi kartu Nusuk yang sudah dibagikan kepada jemaah sejak masih berada di Indonesia. Petugas syarikah di hotel masing-masing kini hanya bertugas memberikan sosialisasi teknis penggunaan kartu tersebut kepada para jemaah.

Artikel terkait

Rekomendasi