Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan komitmen kuatnya dalam membangun sistem tata kelola kementerian yang jauh lebih efisien. Seperti dilansir dari Nasional, fokus utama kebijakan ini adalah menciptakan kinerja hebat dengan anggaran hemat serta memastikan instansi bersih dari segala bentuk praktik korupsi.
Penguatan integritas dan efisiensi menjadi landasan utama bagi Gus Ipul dalam menjalankan mandat di Kementerian Sosial (Kemensos). Ia memperkenalkan semangat baru yang mengintegrasikan efektivitas layanan dengan akuntabilitas anggaran sebagai arah kebijakan institusi ke depan.
"Layanan makin hebat dan tanpa korupsi. Ini adalah semangat kami ke depan agar tugas yang diberikan Presiden kepada Kementerian Sosial bisa dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, penuh integritas dan berpedoman pada tiga hal tersebut," ujar Gus Ipul di Kemensos pada Rabu (22/4/2026).
Mensos menjelaskan bahwa ketiga prinsip tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, penerapan pola hidup hemat di lingkungan kementerian tidak akan mengurangi standar kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat luas.
Justru melalui efisiensi, kualitas pelayanan publik diharapkan dapat terus mengalami peningkatan yang signifikan. Gus Ipul memandang bahwa penggunaan sumber daya yang tepat guna akan mendorong kementerian bekerja lebih optimal dan transparan.
"Hemat, layanannya terus meningkat, hebat dan terakhir adalah tanpa korupsi. Tiga-tiganya saling berkaitan satu dengan yang lain," ujar dia.
Meskipun memberikan apresiasi terhadap kinerja seluruh jajaran Kemensos saat ini, Gus Ipul tetap memberikan peringatan keras. Ia memastikan tidak ada toleransi bagi siapapun yang berani melakukan pelanggaran aturan atau penyelewengan wewenang.
"Kami tidak segan-segan akan menegakkan aturan dan memberikan sanksi bagi mereka yang melakukan pelanggaran," ujar dia.
Guna mewujudkan visi tersebut, Kemensos telah menetapkan serangkaian kebijakan teknis yang memperketat kedisiplinan pegawai. Salah satu poin utamanya adalah pengetatan izin perjalanan dinas yang kini harus dilakukan secara lebih selektif dengan mempertimbangkan asas kepatutan.
Selain itu, koordinasi internal dan rapat dinas diarahkan untuk lebih banyak dilakukan secara daring melalui platform digital. Langkah ini diambil sebagai strategi efektif guna memangkas biaya operasional kantor yang tidak mendesak.
Kebijakan penggunaan kendaraan dinas juga mendapatkan aturan baru yang lebih terbatas. Pegawai kini didorong untuk mengoptimalkan penggunaan transportasi umum atau beralih ke kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya penghematan energi.
Gus Ipul turut menginstruksikan seluruh lingkungan kerja untuk lebih bijak dalam mengonsumsi energi harian. Hal ini mencakup penggunaan listrik, gas, hingga air yang harus dipantau agar tidak terjadi pemborosan yang merugikan keuangan negara.
Dalam upaya mencegah potensi penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa, Gus Ipul melarang keras pegawai bertemu dengan vendor di luar mekanisme resmi. Setiap proses kerja sama dengan pihak ketiga wajib mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan secara transparan.
Aspek keamanan lingkungan kantor, ruang rapat, hingga perlindungan identitas pegawai juga ditingkatkan dengan memperkuat peran petugas keamanan. Pimpinan di setiap satuan kerja kini memikul tanggung jawab penuh atas kedisiplinan dan capaian kinerja tim di bawah koordinasi mereka.