Seorang guru honorer Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam 1, Abdul Azis (45), dijadwalkan berangkat ibadah umrah ke Arab Saudi pada Juli 2026 setelah menerima hadiah dari presenter Raffi Ahmad dan Irfan Hakim pada Minggu (10/5/2026). Hadiah tersebut diberikan menyusul viralnya kisah perjuangan Azis mengayuh sepeda dari Jakarta Barat ke Jakarta Utara untuk mengajar.
Kabar mengenai keberangkatan ini dikonfirmasi langsung oleh Azis saat dihubungi melalui pesan singkat, dilansir dari Megapolitan. Kebahagiaan mendalam dirasakan oleh guru yang telah mengabdi selama bertahun-tahun tersebut karena cita-citanya menuju Tanah Suci segera menjadi kenyataan.
"Alhamdulillah saya sangat senang sekali. Akhirnya keinginan saya untuk ibadah ke Tanah Suci Mekkah dan Madinah terwujud," ucap Azis.
Pemberian hadiah tersebut berlangsung saat Azis diundang menjadi bintang tamu dalam program televisi FYP. Tidak hanya untuk dirinya sendiri, hadiah perjalanan religi tersebut juga diperuntukkan bagi istri sang guru honorer.
"Saya mendapatkan hadiah umrah dari Raffi Ahmad dan Irfan Hakim ketika menjadi bintang tamu di acara FYP. Nantinya saya berangkat bersama istri," ujar Azis.
Meskipun jadwal keberangkatan telah ditetapkan pada Juli mendatang, Azis saat ini masih dalam tahap menunggu instruksi lebih lanjut mengenai teknis keberangkatan. Berbagai prosedur administrasi dan kesehatan masih harus dipenuhi sebelum ia bertolak ke Arab Saudi.
"Untuk persiapan paspor, dokumen keberangkatan, dan cek kesehatan saya masih menunggu informasi. Karena saya baru pertama kali berangkat," imbuhnya.
Sosok Abdul Azis menjadi perhatian publik sejak November 2025 karena rutinitasnya mengayuh sepeda dari Tegal Alur, Kalideres, menuju Penjaringan. Jarak yang cukup jauh tersebut ia tempuh setiap hari demi mengajar, bahkan sering kali sambil membonceng putri sulungnya.
Selain mendapatkan hadiah umrah, Azis sebelumnya juga telah menerima bantuan sarana transportasi berupa sepeda motor pada Rabu (22/4/2026). Bantuan kendaraan tersebut diserahkan oleh organisasi Relawan Gerak Bareng yang menggalang donasi dari masyarakat luas sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya.
Azis tercatat sudah mengabdi sebagai guru honorer sejak 2017 dengan kondisi ekonomi yang tergolong sederhana. Pada awal masa kerjanya, ia hanya menerima upah sebesar Rp600.000 per bulan, sebelum akhirnya meningkat menjadi sekitar Rp2 juta per bulan pada saat ini.
Guna mencukupi kebutuhan rumah tangga, Azis melakukan pekerjaan sampingan dengan melatih ekstrakurikuler hadroh di beberapa lokasi dan mengajar mengaji di majelis taklim. Ia berharap segala dukungan yang diterimanya membawa manfaat bagi para donatur dan rekan sejawat sesama tenaga pendidik.