Guru Honorer Penjaringan Terima Bantuan Motor Usai Viral Kayuh Sepeda

Guru Honorer Penjaringan Terima Bantuan Motor Usai Viral Kayuh Sepeda
Foto: Ilustrasi Guru Honorer Penjaringan Terima Bantuan Motor Usai Viral Kayuh Sepeda.

Abdul Azis, seorang guru honorer yang menempuh perjalanan mengajar dengan bersepeda dari Kalideres ke Penjaringan, menerima hadiah sepeda motor pada Rabu (22/4/2026). Pemberian bantuan ini dilakukan oleh organisasi Relawan Gerak Bareng di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Islam 1 Kamal Muara, Jakarta Utara.

Sebagaimana dilansir dari Megapolitan, bantuan berupa unit Honda Genio berwarna krem tersebut dikumpulkan melalui skema donasi. Penyerahan dilakukan tepat setelah Azis menyelesaikan tugasnya mengawasi ujian kelas enam, yang turut disaksikan oleh rekan guru dan para murid.

Momen haru mewarnai prosesi serah terima ketika kain penutup motor dibuka di halaman sekolah. Azis terlihat menangis tersedu dan sempat memeluk salah satu relawan sebagai bentuk terima kasih atas bantuan transportasi yang diterimanya.

"Alhamdulillah Ya Allah, senang banget saya. Setelah sekian lama kurang lebih enam bulan gowes, akhirnya ada orang baik yang memberikan motor, saya benar-benar terharu," ucap Azis kepada wartawan di lokasi, Rabu (22/4/2026).

Guru mata pelajaran Akidah Islam ini merasa lega karena kini dapat membonceng putri sulungnya ke sekolah dengan lebih mudah. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh donatur yang telah memberikan perhatian terhadap kondisinya.

"Mudah-mudahan ini menjadi keberkahan buat kita semua dan khususnya buat orang-orang baik yang telah memberikan ini," kata Azis.

Azis berharap pemerintah dapat meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan para guru honorer lainnya. Ia meyakini masih banyak rekan sejawatnya yang mengalami kesulitan serupa dalam menjalankan tugas kependidikan.

Perwakilan Relawan Gerak Bareng, Ahmad Zaki, menyatakan keprihatinannya atas perjuangan Azis yang harus menempuh jarak sekitar 10 kilometer setiap hari dengan sepeda. Hal ini terjadi setelah sepeda motor milik sang guru hilang dicuri beberapa bulan lalu.

"Menurut saya ini semestinya tidak terjadi di Jakarta. Jarang ada guru yang harus menggowes sampai 10 kilometer, apalagi setelah motornya hilang dicuri. Tapi beliau tetap mengajar setiap hari," kata Zaki.

Zaki menekankan pentingnya menjaga semangat dalam mendidik generasi penerus bangsa. Ia juga mengungkap bahwa selain menjadi guru di sekolah, Azis aktif sebagai dai dan pengajar mengaji di lingkungan tempat tinggalnya.

"Kita melihat bahwa ini perjuangan yang luar biasa di tengah kondisi di mana hari ini bahwa kita sama-sama lagi berjuang mendidik anak-anak dan generasi muda kita," tuturnya.

Sebelumnya, kisah Azis viral setelah diketahui harus meminjam sepeda lipat milik keponakannya untuk berangkat mengajar sejak November 2025. Kendaraan utamanya hilang dicuri tepat saat ia baru saja merayakan kelahiran putri keduanya.

"Awalnya saya ada kendaraan motor tua, tapi ya di bulan November motor saya hilang. Pas berbarengan dengan diberikannya rezeki pada saya yaitu anak yang kedua," ucap Azis saat ditemui Kompas.com di tempatnya mengajar, Rabu (22/4/2026).

Selama enam bulan terakhir, Azis menghabiskan waktu 30 menit setiap pagi untuk mengayuh sepeda melewati jalan raya dan tanjakan. Ia sering kali harus menuntun sepeda di trotoar demi menghindari truk kontainer besar demi keselamatan putrinya yang duduk di bangku kelas empat SD.

"Kadang anak saya juga bilang, 'Abi hati-hati awas ada mobil besar, minggir dikit.' Bahkan kadang kami turun dari sepeda untuk menghindari mobil besar, jadi kami ambil jalan trotoar," kata Azis.

Artikel terkait

Rekomendasi