Abdul Azis (45), seorang guru honorer di Jakarta Utara, kini kembali beraktivitas menggunakan sepeda motor untuk berangkat mengajar pada Kamis (23/4/2026). Fasilitas transportasi tersebut diperoleh Azis melalui bantuan donasi setelah kisah dedikasinya mengayuh sepeda sejauh enam kilometer viral di media sosial.
Penggunaan sepeda motor ini mempersingkat waktu tempuh Azis menuju MI Nurul Islam 1 Kamal Muara, Penjaringan, dari sebelumnya 25 menit menjadi hanya 10 menit. Sebagaimana dilansir dari Megapolitan, perubahan ini memberikan kelonggaran waktu bagi Azis yang juga mengantar putri sulungnya bersekolah.
"Alhamdulillah karena sudah ada kendaraan, jadi untuk kegiatan aktivitas agak sedikit lebih santai lah. Untuk menempuh jarak yang biasanya sampai 25 menit, alhamdulillah sekarang hanya memakan waktu 10 menit," ungkap Azis, Guru Honorer.
Faktor keamanan menjadi alasan utama Azis merasa terbantu dengan adanya kendaraan bermotor ini dibandingkan saat masih menggunakan sepeda. Sebelumnya, ia sering kali harus naik ke trotoar untuk menghindari kepadatan lalu lintas truk kontainer di wilayah Jakarta Utara.
ÔÇ£Kalau saat ini karena sudah ada kendaraan, pastinya lebih nyaman. Kemarin kan kita naik sepeda harus ekstra hati-hati, harus lebih ke pinggir, bahkan sampai naik ke trotoar. Kalau sekarang pakai motor lebih aman,ÔÇØ kata Azis, Guru Honorer.
Meski telah kembali memiliki motor, Azis mengaku membutuhkan waktu adaptasi karena sudah sekitar enam bulan tidak mengendarai kendaraan roda dua. Motor lamanya hilang dicuri pada November 2025 saat diparkir di kediamannya di kawasan Tegal Alur, Kalideres.
"Alhamdulillah, karena sudah hampir enam bulan enggak pernah bawa motor, pas bawa motor lagi emang agak sedikit kagok. Kemarin pas motornya sampai, saya langsung isi bensin dan coba pakai buat beli galon sekalian biasain bawa motor lagi kan," tutur Azis, Guru Honorer.
Kegembiraan atas hadirnya bantuan ini juga dirasakan oleh Azalea, putri sulung Azis, yang kini tidak perlu lagi merasa khawatir saat melintasi jalan raya. Kondisi ini berbeda jauh dengan masa sulit sebelumnya ketika mereka harus menuntun sepeda saat melewati tanjakan flyover.
ÔÇ£Anak saya alhamdulillah dari mulai awal motor turun juga sudah senang banget, kegirangan banget. 'Alhamdulillah akhirnya sekarang kita enggak naik sepeda lagi, kita naik motor',ÔÇØ ujar Azis, Guru Honorer.
Selama periode tanpa motor, Azis yang memiliki pendapatan sekitar Rp 2 juta per bulan sebagai guru agama dan kesenian merasa tidak mampu membeli unit baru. Kesulitan tersebut terekam saat sang anak sering mengingatkannya untuk waspada terhadap kendaraan besar di jalan raya.
"Kadang anak saya juga bilang, 'Abi hati-hati awas ada mobil besar, minggir dikit.' Bahkan kadang kami turun dari sepeda untuk menghindari mobil besar, jadi kami ambil jalan trotoar," kata Azis, Guru Honorer.
Penyerahan unit sepeda motor ini merupakan hasil penggalangan dana yang dilakukan oleh relawan Gerak Bareng. Azis menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pemberian bantuan transportasi tersebut.
"Alhamdulillah ya, bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala ada orang baik yang banyak mau berpartisipasi sehingga bisa memberikan motor kepada saya. Saya sangat berterima kasih sekali dan juga sangat bersyukur sekali," ucap Azis, Guru Honorer.
Di sela rasa syukurnya, Azis memberikan penegasan mengenai kondisi kesejahteraan tenaga pendidik non-ASN yang dinilai masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah. Ia mendorong adanya peningkatan kuota sertifikasi dan akses karier bagi rekan sejawatnya.
"Kemudian juga untuk guru-guru yang lain kemungkinan buat yang di Diknas juga dibantu untuk P3K-nya dan lain sebagainya, agar kebutuhan ekonomi mereka bisa terpenuhi. Atau mungkin barangkali dengan cara berikan bantuan-bantuan yang lain, misalnya program-program bulanan," tutup Azis, Guru Honorer.