Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus resmi menyetujui kenaikan subsidi biaya haji lokal bagi setiap calon jemaah haji asal daerah tersebut pada Jumat di Manado. Sebagaimana dilansir dari Cahaya, besaran subsidi yang sebelumnya senilai Rp3,8 juta kini meningkat menjadi Rp5 juta per orang.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Utara, Wahyudin Ukoli, memberikan rincian mengenai perubahan alokasi dana bantuan tersebut dalam keterangannya di Manado. Penyesuaian ini dianggap sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam membantu umat muslim di Sulawesi Utara.
"Sebelumnya subsidi biaya lokal bagi jemaah haji asal Sulawesi Utara sebesar Rp 3,8 juta dan menjadi Rp 5 juta per orang," kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenhaj Sulut Wahyudin.
Wahyudin menilai kebijakan ini mencerminkan dedikasi pimpinan daerah terhadap kesejahteraan warga yang akan berangkat ke tanah suci. Ia juga memberikan apresiasi atas koordinasi yang berjalan harmonis selama proses penetapan kebijakan tersebut.
"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada gubernur atas perhatian dan komitmen nyata terhadap jamaah haji di Sulawesi Utara," katanya.
Langkah pemerintah provinsi ini dipandang sangat krusial untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi. Wahyudin menekankan bahwa kenaikan subsidi adalah wujud keberpihakan nyata kepada masyarakat beragama.
ÔÇ£Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur atas dukungan dan kebijakan strategis ini. Ini adalah bentuk sinergi yang sangat baik antara pemerintah daerah dan penyelenggara haji dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,ÔÇØ ungkap Wahyudin.
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menjelaskan bahwa lonjakan biaya operasional penerbangan menjadi alasan utama di balik intervensi anggaran ini. Kenaikan harga bahan bakar pesawat atau avtur secara langsung membebani struktur biaya perjalanan ibadah haji.
ÔÇ£Kita ingin memastikan bahwa masyarakat Sulawesi Utara tetap dapat menunaikan ibadah haji dengan biaya yang lebih terjangkau, meskipun ada faktor eksternal seperti kenaikan harga avtur,ÔÇØ ujar Gubernur Yulius.
Selain kebijakan subsidi, Yulius Selvanus juga memaparkan visi jangka panjang pembangunan infrastruktur layanan haji di wilayahnya. Pemerintah provinsi menargetkan kehadiran embarkasi mandiri guna menyederhanakan proses keberangkatan jemaah dari Sulawesi Utara.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sulut, Anna Pangalila, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah mematangkan aspek administratif kebijakan ini. Koordinasi intensif dilakukan bersama Badan Keuangan dan Aset Daerah agar penyaluran dana dapat segera dilakukan.
ÔÇ£Kami siap menindaklanjuti arahan Bapak Gubernur terkait kenaikan subsidi biaya lokal jamaah haji ini. Selanjutnya akan kami koordinasikan dengan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Pemprov Sulut agar kebijakan ini dapat segera direalisasikan sesuai mekanisme yang berlaku,ÔÇØ ujar Anna Pangalila.
Pertemuan antara jajaran Kemenhaj dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara ini menjadi landasan penguatan pelayanan publik, khususnya dalam memfasilitasi kebutuhan ibadah masyarakat.