Google mengumumkan uji coba format iklan baru berbasis kecerdasan buatan (AI) yang ditenagai model Gemini pada Rabu (20/5). Dilansir dari Media Indonesia, langkah ini diambil untuk menyajikan informasi produk yang lebih personal dan relevan saat pengguna menggunakan mesin pencari.
Integrasi kecerdasan buatan kini diperluas oleh perusahaan ke dalam pengalaman beriklan setelah melihat data bahwa 75 persen pengguna mengambil keputusan lebih cepat melalui fitur AI Mode di Search. Google memastikan semua format iklan baru tersebut tetap menyertakan label "sponsored" agar pengguna bisa membedakannya dengan hasil pencarian organik.
Uji coba tersebut mencakup format Conversational Discovery Ads yang memungkinkan AI menjawab pertanyaan spesifik pengguna sambil menampilkan produk relevan. Selain itu, terdapat format Highlighted Answers yang memperlihatkan rekomendasi iklan langsung di dalam daftar jawaban AI Mode.
Google juga menerapkan teknologi ini pada iklan belanja melalui fitur AI-powered Shopping Ads untuk kategori produk elektronik dan peralatan rumah tangga. Model Gemini akan menyusun penjelasan otomatis mengenai kesesuaian produk berdasarkan preferensi pencarian calon pembeli.
Fitur lain yang diperkenalkan adalah Business Agent for Leads yang memfasilitasi interaksi langsung konsumen dengan agen virtual di dalam iklan untuk menjawab pertanyaan berdasarkan situs resmi perusahaan. Google juga memperluas program Direct Offers yang memungkinkan AI membuat paket promosi otomatis termasuk bundling produk dan integrasi checkout.
Program Direct Offers tersebut sebelumnya telah diuji coba pada Januari 2026 bersama sejumlah merek besar seperti Chewy, Gap, dan L'Or├®al. Melalui pembaruan ini, mitra perjalanan seperti Booking.com dan Expedia juga dapat menampilkan penawaran spesial selama proses perencanaan perjalanan pengguna.
Pengiklan didorong untuk memanfaatkan fitur seperti AI Max for Search, AI Max for Shopping, dan Performance Max guna mengoptimalkan format iklan generatif terbaru ini. Perkembangan inovasi ini sekaligus memunculkan pertanyaan baru terkait transparansi iklan, privasi pengguna, serta dampaknya terhadap perilaku konsumen masa depan.