Google Translate Luncurkan Fitur AI Latihan Pelafalan Bahasa Asing

Google Translate Luncurkan Fitur AI Latihan Pelafalan Bahasa Asing
Foto: Ilustrasi Google Translate Luncurkan Fitur AI Latihan Pelafalan Bahasa Asing.

Google baru saja memperkenalkan pembaruan signifikan pada layanan Google Translate dengan menyematkan fitur latihan pelafalan berbasis kecerdasan buatan (AI). Kehadiran fitur ini bertepatan dengan perayaan dua dekade layanan terjemahan tersebut beroperasi secara global.

Dilansir dari Tekno, pengguna kini tidak hanya terbatas pada penerjemahan teks, tetapi juga dapat mengasah kemampuan berbicara dalam bahasa asing. Sistem ini dirancang untuk memberikan umpan balik atau feedback secara langsung kepada pengguna saat mereka berlatih.

Mekanisme kerja fitur ini melibatkan sistem AI yang meminta pengguna untuk mengulangi sejumlah kata tertentu. Proses tersebut merupakan bagian dari uji kemampuan berbicara guna memastikan pelafalan pengguna sudah tepat dan jelas.

Teknologi AI di dalamnya akan menganalisis rekaman suara, memberikan skor pelafalan, serta memberikan saran perbaikan. Fokus evaluasi mencakup aspek bunyi, penekanan kata, hingga artikulasi, yang sekilas memiliki kemiripan dengan mekanisme aplikasi Duo Lingo.

Inovasi ini hadir memperkuat fitur pendukung lainnya seperti "ask" dan "understand" yang berfungsi memperdalam pemahaman konteks bahasa. Google resmi meluncurkan fitur latihan pelafalan ini pada Selasa (28/4/2026) untuk wilayah Amerika Serikat dan India.

Pada tahap awal, dukungan bahasa yang tersedia mencakup bahasa Inggris, Spanyol, serta Hindi. Mengingat banyaknya basis bahasa dalam database Google Translate, terdapat kemungkinan ekspansi ke bahasa lain di masa mendatang.

Saat ini, layanan Google Translate diklaim telah mendukung hampir 250 bahasa yang menjangkau sekitar 95 persen populasi dunia. Layanan ini juga memproses triliun kata terjemahan setiap bulannya melalui integrasi di berbagai produk Google seperti Search, Lens, dan Circle to Search.

Integrasi Gemini dan Fitur Offline

Pembaruan terbaru juga menyertakan opsi terjemahan berbasis kecerdasan buatan Gemini. Integrasi model AI canggih ini diklaim mampu menghasilkan terjemahan yang jauh lebih akurat serta sesuai dengan konteks kalimat yang diinginkan pengguna.

Bagi pengguna dengan keterbatasan akses internet, Google menyediakan fitur penerjemahan teks dan suara secara offline. Pengguna hanya perlu mengunduh paket bahasa yang dibutuhkan terlebih dahulu di dalam aplikasi untuk tetap bisa berkomunikasi tanpa koneksi.

Kemudahan akses juga ditingkatkan melalui integrasi Google Lens yang memungkinkan penerjemahan teks langsung melalui bidikan kamera. Selain itu, fitur Live Translate kini memungkinkan percakapan diterjemahkan secara instan menggunakan headphone pada perangkat iOS dan segera diperluas ke Android.

Berdasarkan data penggunaan, kombinasi bahasa Inggris ke Spanyol menjadi yang paling sering diterjemahkan. Namun, tren terjemahan dari bahasa Inggris ke Indonesia, Portugis, Arab, dan Turki juga menunjukkan popularitas yang sangat tinggi.

Google mencatat bahwa mayoritas frasa yang diterjemahkan oleh pengguna berkaitan dengan ungkapan terima kasih serta ekspresi yang berhubungan dengan hubungan antarmanusia dan perasaan cinta.

Artikel terkait

Rekomendasi